Selasa, 31 Mei 2011

Metode Pembelajaran

Metode Peta Pikiran
Mind Map
(Peta Pikiran) adalah salah satu metode belajar yang dapat memaksimalkan fungsi otak. Awalnya diciptakan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an. Dia adalah seorang pakar pengembangan otak, kreativitas, dan pendidikan. Kini, penggunaan Peta Pikiran sudah meluas tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas belajar, tetapi juga untuk problem solving dalam berbagai bidang, seperti engineering, politik, sosial, termasuk menyelesaikan problem bisnis.

Memang agak aneh, metode ini telah dikenal dunia sejak tahun 1970-an tetapi ternyata masih banyak pemangku kepentingan bidang pendidikan di Indonesia yang tidak memanfaatkanya untuk mendorong prestasi peserta didik. Bahkan hingga memasuki millenium ketiga ini metode pembelajaran formal seperti tidak mengalami perubahan yang berarti. Dari sudut sejarah ditemukannya, metode ini bukanlah sesuatu yang baru walaupun hingga kini masih menjadi metode yang asing bagi sebagian pelajar dan pendidik.

Peta Pikiran adalah metode belajar yang dapat memampukan peserta didik untuk menggunakan seluruh potensi dan kapasitas otak dengan efektif dan efisien. Sistem ini paling bayak digunakan di seluruh dunia, beberapa negara maju bahkan mewajibkan dalam kurikulum. Sebut saja, Amerika serikat, Inggris, Meksiko, Singapura, Afrika Selatan, adalah contoh negara yang sudah menerapkan Pemetaan Pikiran dalam sistem pendidikan mereka.

Prinsip Pemetaan Pikiran adalah mencatat dengan memadukan bahasa tekstual (kata-kata) dan bahasa visual (gambar dan simbol). Itulah sebabnya, penggunaan Kata Kunci, Simbol/Gambar, dan Warna adalah hal yang prinsipil dalam Metode Peta Pikiran. Dengan Peta Pikiran berarti kita mengelola otak untuk bekerja sesuai dengan cara kerja alaminya yang unik pada setiap individu sehingga belajar menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Jika ada yang masih merasa kesulitan dalam belajar, jangan buru-buru memberi stempel terhadap diri sendiri sebagai orang bodoh. Mungkin saja disebabkan belum menemukan metode, strategi, dan gaya belajar alami yang paling nyaman. Tak ada salahnya mengeksplorasi Metode Pemetaan Pikiran guna mengoptimalkan proses dan hasil belajar.

Mind Map Manual ke Digital
Pemetaan pikiran aslinya dibuat secara manual. Alat yang digunakan adalah pena berwarna-warni dan kertas HVS. Cara membuatnya diawali dengan meletakkan kertas secara horizontal/landscape. Tema utama ditulis di tengah-tengah kertas dengan sebuah kata kunci dan/atau sebuah gambar yang dapat mewakili sebuah konsep. Kemudian, sub-tema ditulis dengan cara menghubungkan ke tema utama  dengan sebuah garis. Seluruh sub-tema  terhubung ke tema utama dengan sebuah garis. Jika masing-masing sub-tema masih memiliki perincian maka perincian ini ditulis kata kunci dan/atau simbol atau gambarnya pada ujung garis sub-tema tersebut. Begitulah seterusnya hingga seluruh hal yang dianggap penting ditulis kata kunci dan/atau simbol/gambarnya.

Setiap kata kunci ditulis di atas garis, sama panjangnya dengan garis yang menghubungkan Tema Utama, Sub-tema, sub-sub tema, dan seterusnya. Kata-kata ditulis menggunakan huruf cetak, menggunakan warna yang berbeda untuk setiap jenjang. Warna untuk tema berbeda dengan warna sub-tema dan berbeda juga dengan warna sub-sub tema.

Dengan cara ini maka satu buku pelajaran bisa diringkas dalam satu lembar. Setiap bab buku bisa diringkas juga hanya dengan selembar kertas. Jika ada sub-bab yang terlalu panjang, juga dapat dibuatkan Peta Pikirannya tersendiri dalam satu lembar kertas HVS.

Selain cara manual, pembuatan Peta Pikiran juga dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi komputer. Contoh aplikasi ini adalah Mind Manager. Ini adalah aplikasi berbayar. Selain yang berbayar ada juga aplikasi Mind Map gratis, dapat dicari di search engine dengan kata kunci free download mind mapping.

Dengan bantuan aplikasi komputer maka membuat Peta Pikiran menjadi semakin mudah, lebih cepat, lebih fleksibel, dan lebih gampang diorganisasikan karena nyaris tanpa batas kertas seperti pada cara manual.

Penggunaan Peta Pikiran dengan bantuan aplikasi komputer lebih memampukan kita untuk meningkatkan kemampuan belajar dan produktifitas kerja. Namun saya menyarankan untuk tahap awal, terutama guna keperluan belajar maka pembuatan Peta Pikiran secara manual lebih bermanfaat karena dapat merangsang seluruh daerah pada otak. Penggunaan software Mind Manager hanya dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah yang terkait dengan pekerjaan besar dan rumit.

Mind Map dalam Kurikulum?
Metode Peta Pikiran adalah alat yang layak digunakan untuk meningkatkan kapasitas belajar sehingga sudah sepantasnya dimasukkan dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.  Mind Map sebagai metode yang perlu digunakan oleh siswa dan guru dalam proses belajar mengajar karena metode ini dapat mengatasi kelemahan metode konvensionsl yang selama ini digunakan.



Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar