Kamis, 08 Desember 2011

Tips Menyusun Penelitian Tindakan Kelas

Dalam dunia pendidikan dan pembelajaran, Penelitian tindakan kelas bukan barang asing lagi. Jenis penelitian ini sudah sangat familier di kalangan guru, pendidik, atau praktisi pendidikan. Namun sampai saat ini produktivitas guru dalam melakukan riset berbentuk penelitian tindakan boleh dibilang masih minim. Memang banyak yang sudah mengenal, tapi sebagian besar belum melakukannya. Ketika saya berdiskusi dengan banyak guru, hambatan terbesar antara lain; kurangnya ketajaman mengidentifikasi permasalahan belajar dan alternatif pemecahannya. Memang...untuk bisa mencari pemecahan masalah belajar, dibutuhkan sharing dengan sesama guru, menelaah referensi dan tentunya banyak baca buku. Naaah.. yang terakhir itu emang kendala terbesar sebagian guru di Indonesia...”membaca belum menjadi budaya”. Kendala berikutnya adalah kurangnya kemampuan menterjemahkan ide,pikiran, gagasan di kepala dalam bentuk bahasa tulis. Ini penting sebab namanya penelitian itu kan mulai perencanaan hingga pelaporan disajikan dalam bentuk tulisan. Lha kalau gak terbiasa menulis gimana mau meneliti bro...

Edisi posting kali ini saya mau nyoba memberi gambaran singkat mengenai prinsip penelitian tindakan kelas dan mudah-mudahan mudah dipahami bagaimana menyusun penelitian tindakan kelas. Sebelum kita mulai sebaiknya kita perlu merenungi pepatah yang disampaikan pendiri Ford Coorporation yaitu mbah Henry ford berikut: “Jika anda berfikir “tidak mampu” maka anda tidak akan pernah mampu  (Henry Ford)”  Oke  gak usah banyak basa-basi, kita mulai saja.

Menurut Kurt Lewin PTK merupakan suatu penelitian yang terdiri dari suatu rangkaian langkah (a spiral of step) yang terdiri dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan pengamatan, dan kegiatan refleksi.  Sebelum kita mulai melakukan riset, terlebih dulu kita harus memahami apa sih prinsip-prinsip dalam penelitian tindakan kelas. Prinsip Penelitian Tindakan Kelas yaitu:
   Kegiatan nyata yang dilaksanakan dalam situasi rutin.  Artinya proses tindakan penelitian tidak dilaksanakan pada waktu tertentu misalnya saat libur semester, saat hari minggu dan seterusnya, tapi bersamaan dengan kegiatan belajar biasa. Proses belajar berjalan normal sehingga siswa tidak tahu gurunya sedang melakukan penelitian.
   Kegiatan penelitian diawali dari kesadaran diri untuk memperbaiki kinerja.  Logikanya jika pak guru atau bu guru membuat PTK karena mau naik pangkat atau mau ikut lomba, maka masalah yang diangkat jadi tidak original dan cenderung direkayasa. Njiiih mboten.....
   Berpijak pada analisis permasalahan pembelajaran di kelas.  Maksudnya masalah yang diteliti memang benar-benar dialami dan membutuhkan pemecahan.
   Upaya empiris dan sistematis. Empiris dapat diartikan nyata berdasarkan data-data akurat. Sistmatis maksunya mengikuti kaidah metodologi penelitian.
   Masalah yang diteliti Spesifik /khusus , misalnya anak gak mau bertanya, tidak kosentrasi, malas mengerjakan PR, sering tidur, nilai ulanagan harian pada KD tertentu rendah.  Masalah yang terlalu luas misalnya; prestasi belajar, hasil UAN, kenakalan remaja dan seterusnya.
   Hal yang diteliti harus Managable, artinya dapat dikelola dan dilaksanakan oleh si guru.  Kalau mau meningkatkan minat belajar, perlakuan tindakannya ya gak perlu mendatangi rumah siswa satu persatu, melacak keseharian siswa, melacak lamanya waktu belajar  dirumah. Kalau begini akhirnya susah sendiri dech...
   Realistic/operasional atau tidak diluar jangkauan. Contohnya jika mau meningkatkan motivasi belajar perlakuan tindakanya ya gak perlu dengan melengkapi semua sarana dan prasarana belajar siswa.  Ini kan diluar jangkauan pak guru dan bu guru.
   Time-bound/diikat oleh waktu.  Artinya lama penelitian dibatasi waktunya misalnya dalam 3 siklus. Tiap siklus dibuat dalam 2 kali pertemuan sehingga menjadi 6 kali pertemuan. Tidak dilakukan dalam satu semester, satu tahun apalagi tiga tahun...he...he...

Di awal tadi sudah dijelaskan bahwa penelitian tindakan kelas bersifat siklikal, yang terdiri dari empat rangkaian langkah yaitu: perencanan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Nah selanjutnya mari kita lihat tahapan-tahapan tersebut dalam bagan berikut.

Bagaimana Menemukan Permasalahan PTK ?
A.  Renungilah kegiatan pembelajaran yang anda laksanakan.  Carilah hal-hal yang anda anggap masalah.  Misalnya:
  1. Siswa banyak yang mengantuk
  2. Siswa tidak kosentrasi dalam belajar
  3. Siswa tidak berani bertanya
  4. Siswa tidak minat belajar
  5. Siswa tidak punya motivasi belajar
  6. Siswa tidak senang belajar
  7. Siswa sangat tegang ketika belajar
  8. Nilai siswa sangat rendah
  9. dllll
B. Mengidentifikasi masalah
  • Dalam mengidentifikasi masalah sebaiknya anda tuliskan semua masalah pembelajaran yang anda alami misalnya
  • Siswa tidak ada yang berani menjawab pertanyaan guru
  • Siswa tidak berani bertanya
  • 70% siswa membuat catatan pada buku yang berganti-ganti
  • Dalam belajar kelompok siswa banyak yang mengandalkan temannya
  • Siswa tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok
  • Dan seterusnya
C.  Berfikirlah tentang apa yang mungkin dapat anda perbaiki
Gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut untuk memfokuskan perhatian anda.
  1. Bagaimana agar siswa tidak mengantuk?
  2. Apa yang harus saya lakukan agar siswa senang belajar IPS?
  3. Bagaimana agar siswa aktif bertanya?
  4. dlllll
E.   Pilihlah masalah yang layak untuk dipecahkan
  • Jika anda yakin bahwa banyak siswa terlambat karena rumahnya sangat jauh dari sekolah anda tidak perlu melakukan PTK.
  • Jika anda yakin bahwa penyebab siswa tidak mempelajari materi di rumah karena tidak punya buku, anda tidak perlu melakukan PTK karena dengan siswa dibelikan buku lewat dana BOS masalah tsb akan beres.
D.  Pilihlah masalah yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
  • Contoh Masalah yang terlalu besar: Nilai UAS dari tahun ke tahun selalu rendah, Prestasi belajar siswa rendah.
  • Contoh masalah yang terlalu kecil : dua orang siswa selalu tidur saat belajar,  satu orang siswa  tak pernah membuat PR
  • dlllll
G.    Perumusan Masalah
  • Pilihlah satu masalah yang mendesak untuk dipecahkan, nilai strategisnya sangat penting , dan sudah ditemukan alternatif pemecahannya.
  • Perumusan masalah meliputi dua variabel yaitu variabel primer (variabel terikat) dan variabel skunder (variabel bebas)
  • Contoh perumusan masalah: (1) Apakah  aktifitas bertanya siswa kelas x SD X dapat meningkat melalui penerapan metode pembelajaran small group?  (2)Bagaimanakah peningkatan aktivitas bertanya melalui penerapan metode pembelajaran small group? Aktivitas bertanya disebut variabel primer, metode pembelajaran small group disebut variabel skunder.
Okeee  bos, untuk lebih jelasnya saya siapkan blangko untuk latihan mengidentifikasi masalah, menemukan masalah, menentukan judul dan perencanaan awal dalam penyusunan PTK. Untuk lebih sobat boleh download tanpa saya tarik bayaran sepeserpun alias gratisss. silahkan download    Disini


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar