Selasa, 01 Maret 2011

Muhammad Syukri: Pembuat Alat Ukur Karbonmonoksida yang Dapat Diakses Lewat Handphone

Karbonmonoksida (CO) dalam polusi udara akan mengganggu kesehatan. Dalam kadar yang tinggi, CO dapat menyebabkan manusia sakit kepala, pingsan, bahkan kematian.  Terlebih karbonmonoksida tidak berbau dan tidak dapat dilihat.
Hal inilah mendorong Muhammad Syukri, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY),  membuat alat pengukur karbonmonoksida di udara yang dapat diakses melalui telepon seluler. Sistem kerjanya alat pengukur CO diakses user melalui pesan pendek (SMS).
Karena zat karbonmonoksida tersebut berbahaya bagi manusia. Dapat menyebabkan rasa mual dan muntah. Pada kadar 100 hingga 800 ppm (part per million) dapat menyebabkan sakit kepala. Tingkat yang lebih tinggi dapat menyebabkan ketidaksadaran, kerusakan otak bahkan kematian. Sifat-sifat itulah yang kemudian menjadikan gas CO dijuluki sebagai pembunuh diam-diam atau the silent killer,” urainya di Kampus Terpadu UMY.
Alat pengukur tersebut mampu diakses melalui telepon seluler. “Sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas yang ingin mengetahui kadar pencemaran gas CO pada suatu tempat. Selain itu alat ini bisa juga digunakan oleh lembaga pemerintah yang selalu memantau kesehatan,”jelasnya.
Pengembangan teknologi tersebut bermanfaat bagi masyarakat untuk mengurangi serangan polusi udara karena respon atau balasan SMS dari pengukur CO mencantumkan tingkat polusi udara di mana user berada.
Cara kerja alat tersebut adalah dengan diletakkan di tempat yang diduga banyak polusi misalnya ruangan untuk merokok, di jalan raya, terminal, garasi, tempat parkir dan tempat-tempat sumber polusi lainnya.
“Pada alat tersebut sudah dilengkapi sensor sehingga ketika ada asap atau udara yang mengandung gas karbonmonoksida langsung akan terdeteksi. Kemudian sinyal akan diteruskan ke mikrokontroller, sebuah alat yang digunakan untuk memproses atau mengolah serta mengkontrol sinyal masukan. Kemudian alat tersebut disambungkan dengan sebuah telepon seluler yang berfungsi menerima pesan dan membalas pesan yang masuk.” tuturnya.
Apabila ingin mengetahui kadar karbonmonoksida suatu tempat, orang tinggal mengirimkan sms dengan format tertentu ke nomor telepon seluler yang telah disambungkan dengan alat tersebut. “Jika ingin mengetahui kadar CO, orang tinggal ketik sms dengan mengetik DT dan dikirimkan ke nomor hape yang sudah disambungkan, nanti pesan akan masuk dan dibalas oleh alat tersebut. Misalnya akan memperoleh balasan sms kadar CO : 25 ppm,”paparnya.
Sehingga melalui alat tersebut dia berharap akan lebih memudahkan orang-orang yang ingin mengetahui kadar karbonmonoksida di lokasi tertentu tanpa harus menunggu di tempat. “Tinggal meletakkan alat ini, kemudian mengirimkan sms lalu akan diketahui hasilnya. Sehingga ketika mengetahui kadar tingginya karbonmonoksida akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya udara bersih dan bahaya polusi udara. Dimana banyak terdapat gas CO di dalamnya,”tegasnya.
“Saya berharap alat yang saya temukan akan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya udara bersih atau bahaya polusi udara,” kata Syukri.
Sumber: umy.ac.id, pikiran-rakyat.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar