Selasa, 01 November 2011

SIswa SMKN 5 Makassar Raih Perunggu di World Mobile Robotic Competition 2011



deni (paling kiri) & tawakkal (kedua dari kanan)
deni (paling kiri) & tawakkal (kedua dari kanan)
Mengibarkan bendera Indonesia di stadium Excel, London, menjadi sebuah kebanggaan besar bagi Muhammad Tawakkal danDeni Setiawan, yang berhasil membawa posisi Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia dalam World Mobile Robotic Competition 2011.
Medali perunggu yang dikalungkan di dada mereka di hadapan ratusan peserta dari  seluruh dunia yang mengikuti kompetisi robot dunia di London, Inggris pun mengukuhkan prestasi yang berhasil mereka raih dengan kedua robot canggih rancangannya.
Terbang dari Indonesia 30 September lalu, Muhammad Tawakkal dan Deni Setiawan, bersama 22 pelajar lainnya dari seluruh Indonesia pun berangkat bersama beberapa pendamping dari Dinas Pendidikan Nasional untuk mengikuti lomba robot dunia yang digelar pada 5 – 8 Oktober lalu di London, Inggris. Sebanyak 58 negara harus siap menghadapi untuk bersaing dalam memperebutkan juara tersebut.
Melawan 16 negara untuk bidang mobile robotic dalam kompetisi selama empat hari tersebut, mereka diberikan dua buah soal robot yang harus mereka pecahkan masing-masing selama dua hari. Soal pertama adalah untuk memprogram robot mereka menjadi tukang pos yang berfungsi mengantarkan surat ke tujuh alamat yang berbeda.
Ketujuhnya adalah jam besar London, Istana Buckingham, O2 Arena, Canari Wharf, Crystal Palace, Elephant Castle dan King Cross Station. Menghadapi tantangan ini, kedua otak mereka pun bekerja dengan keras untuk menyusun rumus pemrograman robot agar dapat mengikuti konsep maping atau pemetaan tempat dengan C++, bahasa pemrograman yang digunakan.
Di tantangan mereka yang pertama, hasilnya pun cukup memuaskan dengan hasil yang maksimal. Pada tantangan yang kedua, mereka harus memrogram robotnya untuk menjadi robot forklift atau robot pengangkat barang.
Mereka pun sempat mengalami beberapa hambatan dalam pemetaan lokasi secara tepat, maupun hambatan teknis ketika robot rancangannya tiba-tiba menabrak sesuatu.
Melawan 16 negara berbeda memang memberikan pelajaran tersendiri bagi Tawakkal dan Deni. Diakuinya, Tawakkal sempat merasa gugup melihat kemampuan peserta dari Jepang dan Korea yang setiap tahunnya rutin menyabet peringkat I dan II.
“Dibandingkan Korea dan Jepang, Indonesia juga mampu bersaing. Namun kemampuan mereka memang masih lebih. Wajarlah karena persiapan mereka yang sudah dari tiga tahun sebelumnya dibandingkan kita yang satu tahun. Belum lagi teknologinya lebih canggih,” jelas Tawakkal.
Sebelumnya, mereka memang telah mengikuti pelatihan intensif selama setahun di Politeknik ITS Surabaya oleh Diknas untuk persiapan mengikuti kompetisi dunia tersebut, setelah tim SMKN 5 Makassar ini berhasil meraih Juara I Mobile Robotic se-Indonesia.
Perpisahan dari keluarga selama setahun mengikuti pelatihan itu pun kini membuahkan hasil. Tawakkal dan Deni, pelajar dari Makassar, mampu menunjukkan kepada dunia kemampuan Indonesia dikancah internasional, bahkan mengalahkan Jerman dan negara lainnya.
“Alhamdulillah, bisa mewujudkan impian saya membanggakan orangtua dan membawa nama harum Indonesia. Mimpi saya untuk berkunjung ke Inggris pun akhirnya kesampaian berkat prestasi ini,” tandas Tawakkal.
Sumber: fajar.co.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar