Kamis, 03 November 2011

BANK SOAL
SEKOLAH DASAR (SD)
    Kelas VI
-  Matematika
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  Bahasa Indonesia
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  Bahasa Inggris
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  IPA
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  IPS
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  PPKN
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
    Kelas IX
-  Matematika 
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  Bahasa Indonesia
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  Bahasa Inggris
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  IPA
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  IPS
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  PPKN
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5
Sekolah Menengah Atas (SMA)
    Kelas XII
-  Matematika
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  Fisika
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  Kimia
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  Biologi
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  Bahasa Indonesia
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  Bahasa Inggris
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  Ekonomi
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5-  PPKN
   Latihan 1Latihan 2Latihan 3Latihan 4Latihan 5

Selasa, 01 November 2011

Pavita Ardhani: Sang Juara Olimpiade Matematika Dunia dari Sidoarjo



pavita ardhani di indonesiaproud wordpress comPavita Ardhani Sugiharto Putri (11) siswi SD Muhammadiyah 1 Krian, Sidoarjo, membuat prestasi spektakuler.  Ia berhasil menjuarai olimpiade internasional matematika, Wizards at Mathematics International Competition (WIZMIC) di Kota Lucknow, India.
Bocah yang punya kegemaran berhitung mata pelajaran matematika ini meraih 1 emas dan 2 perunggu dalam WIZMIC itu. Dia berjuang keras menyisihkan pesaingnya dari berbagai negara sejak  20-22 Oktober 2011 lalu.
Menurut pengakuan siswa kelas 6 SD ini, kepiawaiannya dalam mengolah dan memecahkan soal berhitung ini berawal dari hobi menghitung. Dia mengikuti pelajaran matematika di sekolahnya ibaratnya sudah menjadi makanan pokok. Matematika baginya merupakan mata pelajaran yang sangat disukai. Bahkan, mata pelajaran itu mendapat tempat istimewa di hati gadis yang selalu tampak ceria ini.
Makanya, wajar jika dia meraih prestasi luar biasa di ajang internasional. Dia sukses mengharumkan nama darah dan bangsa Indonesia. Apa komentar dia, soal prestasinya itu, terutama yang berkaitan dengan persiapan menghadapi olimpiade tersebut?
“Saya tidak ada persiapan khusus dalam perlombaan itu. Hanya saja saya rutin dan tekun untuk mengikuti bimbingan belajar dan juga berdoa supaya bisa memenangi perlombaan tersebut,”  katanya di terminal kedatangan domestik Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, (27/10).
Ia menegaskan, “Sekali lagi, tidak ada persiapan khusus dan saya memang mencoba untuk mendalami ilmu matematika yang telah diperoleh di sekolah dan juga lebih rutin mengerjakan soal untuk persiapannya ini,” ucapnya.
Menurut siswa yang menyukai ilmu aljabar sejak kecil ini, dirinya berhasil menyabet medali emas tersebut saat bertanding dalam kelompok beregu bersama dengan tiga orang rekannya yang berasal dari Indonesia.
“Dalam soal beregu atau tim tersebut mendapatkan sepuluh soal masing-masing delapan soal dikerjakan sendiri-sendiri dan sisanya dua soal dikerjakan secara bersama-sama,” paparnya.
Anak dari pasangan Sugiharto dan Rini Puspitasari dari Desa Semambung Driyorejo, Gresik ini mengaku akan terus bekerja keras untuk terus mengerjakan soal matematika karena sejak kecil dirinya memang sudah menyukai ilmu matematika.
Juara di Singapura
Selain di Lucknow, India, Pavita Ardhani juga berhasil menjuarai lomba matematika tingkat internasional yakni International Mathematic Contest (IMC) 2011 yang digelar di Global Indian School di Singapura pada 30-31 Juli lalu.
“Tidak ada persiapan khusus dalam perlombaan itu, hanya saja saya rutin dan tekun untuk mengikuti bimbingan belajar selama dalam masa karantina di Bogor,” katanya.
Ia mengemukakan, dalam perlombaan tersebut, dirinya membawa pulang medali perunggu dan berhasil menyisihkan ratusan peserta dari berbagai negara di dunia. “Sekali lagi, tidak ada persiapan khusus hanya selama empat hari persiapan, saya memang mencoba untuk mendalami ilmu matematika yang telah diperoleh di sekolah dan juga lebih rutin mengerjakan soal untuk persiapannya di IMC 2011,” katanya.
Siswa yang menyukai ilmu aljabar ini menjelaskan, dirinya berhasil menyabet medali perunggu saat bersaing bersama ratusan peserta dari berbagai negara.
Meski demikian, ia mengaku belum sepenuhnya dapat mengerjakan 18 soal yang diberikan. Dari jumlah soal yang diberikan tersebut, Pavita mengaku kesulitan mengerjakan dua soal uraian yang diberikan. “Saya kesulitan mengerjakan soal uraian. Karena diperintahkan harus menjelaskan secara detail,” katanya.
Sedangkan, untuk sisa soal yakni delapan isian singkat serta delapan pilihan ganda mampu dia selesaikan dengan cepat. Ia menceritakan, waktu 90 menit yang diberikan pun mampu dia gunakan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan soal tersebut. “Saya hanya kesulitan mengerjakan soal uraian saja, sedangkan isian singkat dan pilihan ganda bisa saya kerjakan,”kata siswa yang mempunyai hobi membaca itu.
Dia mengungkapkan, saat lomba dirinya memang memfokuskan untuk mengerjakan isian singkat dan soal pilihan ganda. Pasalnya, dua model soal tersebut mempunyai bobot nilai yang cukup tinggi dibandingkan dengan soal uraian yang diberikan.
“Terlebih lagi, materi soal dalam dua model soal tersebut menjadi kegemarannya. Di antaranya, materi bilangan, kombinasi angka serta beberapa rumus kecepatan,” katanya.
Cinta Matematika
Kesuksesan Pavita memperoleh medali di India & Singapura memang tidak terlepas dari kecintaannya pada mata pelajaran hitung-menghitung ini.
Saat menginjak SD pun dia selalu aktif mengerjakan soal matematika baik itu soal dari guru matematika dan soal yang dia cari dalam jaringan (internet). “Minimal sehari mengerjakan dua soal matematika. Jika soal itu sulit, solusinya jangan mudah menyerah dan terus berusaha,”katanya.
Pavita Ardhani di indonesiaproud wordpress com
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah I Krian, Nur Azizah, mengaku senang dengan apa yang prestasi yang diperoleh siswanya ini. “Kami berharap, Pavita akan terus berkarya untuk mempertahankan prestasi matematikanya di sekolah lanjutan kelak, menyusul saat ini Pavita sudah menginjak kelas enam dan akan lulus,” ujarnya.
Humas SD Muhammadiyah I Krian, Hamim Efendi mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya yang mampu meraih prestasi di tingkat internasional itu. “Kami berharap, prestasi Pavita dapat diikuti siswa lain. Dan kami juga mempunyai komunitas ‘sains’ untuk menampung siswa-siswa yang gemar pada mata pelajaran tersebut. Diharapkan prestasi dari even nasional dan internasional terus lahir dari bakat dan prestasi siswa,” katanya.
Kurang Perhatian & Penghargaan
Sayangnya, meski telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di level dunia, keberhasilan bocah ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Tidak ada satupun penghargaan atau perhatian khusus kepada sang bocah.
Ironisnya, Dinas Pendidikan Sidoarjo selaku pihak terkait tidak tahu jika ada anak didiknya yang berhasil menjuarai olimpiade matematika tingkat dunia di India.

Aromatic Rice: Beras Beraroma Buah Dari Garut yang Tembus Pasar Ekspor



aromatic rice dari GarutPernahkah anda memakan beras yang beraroma buah-buahan? Jika belum, mungkin ada baiknya pergi ke Garut. Orang Garut seperti tak pernah berhenti untuk berkarya dan berinovasi, terutama di bidang retail.
Setelah chocodot atau chocolate dodol, kini di Garut ada beras beraroma atau aromatic rice. Pasarnya pun tak hanya di Indonesia, bahkan sampai ke Dubai dan Arab Saudi.
Berawal dari hanya sekadar ingin membuat oleh-oleh khas Garut dan terinspirasi oleh keberhasilan chocodot, Andreas (26), pemilik CV Seribu Satu, mencoba menjadikan beras berbeda dengan beras lainnya. Beras unik, bisa dijadikan oleh-oleh khas Garut, tapi tak mengurangi rasa beras aslinya.
Andreas yang telah lama menekuni bisnis beras bersama keluarganya mencoba mengangkat beras lokal Garut menjadi beras beraroma atau aromatic rice. Dengan teknik tertentu, yakni memberi ekstrak buah-buahan ketika proses penggilingan beras. Dari beberapa kali percobaan, akhirnya pria lajang lulusan Politeknik Bandung ini menghasilkan beras beraroma, yakni aroma jeruk dan jambu.
Tak hanya beras beraroma, Andreas pun membuat terobosan baru dengan membuat  nasi liwet instan. Dari hasilnya membuat nasi liwet instan, Andreas membuat tiga varian rasa untuk produknya ini, nasi liwet instan rasa jambal, nasi liwet instan rasa jengkol, dan nasi liwet instan rasa pete.
Setelah launching pada bulan Juli 2010, permintaan akan beras aromatik dan nasi liwet instan buatan Andreas terus meningkat. Jumlah permintaan beras telah mencapai 5 ton per-packaging per bulan. Tak hanya pasar domestik seperti Jakarta dan Bandung, permintaan pun datang dari Dubai dan Arab Saudi.
Harga untuk produk beras aromatik ukuran 1 kg adalah Rp. 22.000, sementara nasi liwet instan dengan ukuran setengah kg dijual dengan harga Rp. 20.000.

Rudy & Gunawan Hadisuwarno Raih Penghargaan Internasional di Paris



rudy & gunawan hadisuwarno di indonesiaproud wordpress comPenata rambut Indonesia menorehkan prestasi membanggakan di tingkat dunia.Rudy Hadisuwarno dan Gunawan Hadisuwarno berhasil meraih penghargaan internasional yang diumumkan di Paris, Perancis pada 10 September lalu.
Rudy, yang berkiprah di industri kecantikan dan tata rambut puluhan tahun lamanya, meraih Golden Pin Guillaume Foundation Award 2011atas kontribusinya terhadap regenerasi dalam dunia kecantikan dan tata rambut internasional.
Rudy bersama 6 penata rambut dunia dari total 7 negara, termasuk Indonesia, memelopori berdirinya organisasi penata rambut dunia, Foundation Guillaume International, yang berpusat di Paris sejak 1982.
Melalui organisasi ini, anak muda di seluruh dunia memiliki kesempatan lebih luas dalam mengembangkan jaringan dan keterampilan untuk menjadi bagian dari barisan penata rambut profesional level internasional.
Sementara sang adik, Gunawan Hadisuwarno, terpilih sebagai Personality of the Year Award dari organisasi penata rambut internasional yang berpusat di Paris, Intern des Coiffeurs des Dames (ICD). Beranggotakan 2.500 hairdresser atau salon dari 40 negara, ICD kini berusia 86 tahun. ICD sendiri merupakan induk organisasi dari Foundation Guillaume International.
Gunawan berhasil menggeser kandidat penata rambut dari 39 negara anggota ICD lainnya untuk menerima penghargaan bergengsi di kalangan penata rambut ini. Setiap negara anggota ICD merekomendasikan satu penata rambut yang aktif dalam organisasi di negara asalnya untuk menjadi kandidat dalam penghargaan ini.
Gunawan terpilih karena dianggap paling memenuhi kriteria, di antaranya, penata rambut yang juga pemilik salon, memiliki reputasi dan prestasi dalam industri kecantikan dan tata rambut, serta memiliki interaksi yang baik, kreatif, dan terbukti sukses mengembangkan bisnis salon dan kecantikan, terutama di negara asalnya.
Kreatif menjadi salah satu kata kunci terpilihnya Gunawan sebagai penata rambut profesional terpandang di mata dunia. “Penata rambut harus terus aktif membuat koleksi terbaru tanpa ada batasan waktu. Koleksi yang kembali kepada budaya masing-masing negara,” katanya di acara Coiffeurs Beaute Gathering di Jakarta Convention Center (30/10).
Mau belajar dan senang berbagi
Kunci sukses penata rambut bagi Rudy dan Gunawan adalah kemauan belajar untuk menambah wawasan. Meski menang dan meraih penghargaan dunia, prestasi ini tak membuat keduanya berdiam diri di zona nyaman yang aman.
“Harus rendah hati, terus belajar karena penata rambut adalah profesi yang tidak pernah berhenti. Jadi jangan hanya diam di zona nyaman, merasa mapan, karena kalau seperti itu maka akan tertinggal. Penata rambut harus terus mengembangkan diri,” kata Rudy berbagi rahasia kesuksesannya.
Rudy berharap, prestasi penata rambut Indonesia bisa menjadi inspirasi bagi kalangan muda, yang kini semakin tertarik dengan profesi ini. Meski telah meraih penghargaan tertinggi di kalangan penata rambut profesional dunia, Rudy masih menyimpan obsesi.
“Saya masih ingin berbuat lebih banyak, membuka lapangan pekerjaan, masih banyak yang belum beruntung mendapatkan pekerjaan. Saya ingin memberikan kesempatan kepada anak muda untuk menjadi penata rambut dan kecantikan yang bisa dipilih sebagai profesi. Dengan waktu pendidikan profesi yang tak lama, penata rambut pemula bisa mendapatkan penghasilan,” kata Rudy, yang ingin menerapkan konsep education for life di Indonesia.
Konsep education for life merupakan konsep pendidikan gratis untuk orang terbuang yang berhasil dijalankan di Brasil bersama penata rambut profesional di dunia di bawah bendera organisasinya.

SIswa SMKN 5 Makassar Raih Perunggu di World Mobile Robotic Competition 2011



deni (paling kiri) & tawakkal (kedua dari kanan)
deni (paling kiri) & tawakkal (kedua dari kanan)
Mengibarkan bendera Indonesia di stadium Excel, London, menjadi sebuah kebanggaan besar bagi Muhammad Tawakkal danDeni Setiawan, yang berhasil membawa posisi Indonesia menduduki peringkat ketiga dunia dalam World Mobile Robotic Competition 2011.
Medali perunggu yang dikalungkan di dada mereka di hadapan ratusan peserta dari  seluruh dunia yang mengikuti kompetisi robot dunia di London, Inggris pun mengukuhkan prestasi yang berhasil mereka raih dengan kedua robot canggih rancangannya.
Terbang dari Indonesia 30 September lalu, Muhammad Tawakkal dan Deni Setiawan, bersama 22 pelajar lainnya dari seluruh Indonesia pun berangkat bersama beberapa pendamping dari Dinas Pendidikan Nasional untuk mengikuti lomba robot dunia yang digelar pada 5 – 8 Oktober lalu di London, Inggris. Sebanyak 58 negara harus siap menghadapi untuk bersaing dalam memperebutkan juara tersebut.
Melawan 16 negara untuk bidang mobile robotic dalam kompetisi selama empat hari tersebut, mereka diberikan dua buah soal robot yang harus mereka pecahkan masing-masing selama dua hari. Soal pertama adalah untuk memprogram robot mereka menjadi tukang pos yang berfungsi mengantarkan surat ke tujuh alamat yang berbeda.
Ketujuhnya adalah jam besar London, Istana Buckingham, O2 Arena, Canari Wharf, Crystal Palace, Elephant Castle dan King Cross Station. Menghadapi tantangan ini, kedua otak mereka pun bekerja dengan keras untuk menyusun rumus pemrograman robot agar dapat mengikuti konsep maping atau pemetaan tempat dengan C++, bahasa pemrograman yang digunakan.
Di tantangan mereka yang pertama, hasilnya pun cukup memuaskan dengan hasil yang maksimal. Pada tantangan yang kedua, mereka harus memrogram robotnya untuk menjadi robot forklift atau robot pengangkat barang.
Mereka pun sempat mengalami beberapa hambatan dalam pemetaan lokasi secara tepat, maupun hambatan teknis ketika robot rancangannya tiba-tiba menabrak sesuatu.
Melawan 16 negara berbeda memang memberikan pelajaran tersendiri bagi Tawakkal dan Deni. Diakuinya, Tawakkal sempat merasa gugup melihat kemampuan peserta dari Jepang dan Korea yang setiap tahunnya rutin menyabet peringkat I dan II.
“Dibandingkan Korea dan Jepang, Indonesia juga mampu bersaing. Namun kemampuan mereka memang masih lebih. Wajarlah karena persiapan mereka yang sudah dari tiga tahun sebelumnya dibandingkan kita yang satu tahun. Belum lagi teknologinya lebih canggih,” jelas Tawakkal.
Sebelumnya, mereka memang telah mengikuti pelatihan intensif selama setahun di Politeknik ITS Surabaya oleh Diknas untuk persiapan mengikuti kompetisi dunia tersebut, setelah tim SMKN 5 Makassar ini berhasil meraih Juara I Mobile Robotic se-Indonesia.
Perpisahan dari keluarga selama setahun mengikuti pelatihan itu pun kini membuahkan hasil. Tawakkal dan Deni, pelajar dari Makassar, mampu menunjukkan kepada dunia kemampuan Indonesia dikancah internasional, bahkan mengalahkan Jerman dan negara lainnya.
“Alhamdulillah, bisa mewujudkan impian saya membanggakan orangtua dan membawa nama harum Indonesia. Mimpi saya untuk berkunjung ke Inggris pun akhirnya kesampaian berkat prestasi ini,” tandas Tawakkal.
Sumber: fajar.co.id

Sabtu, 29 Oktober 2011

FULL DOWNLOAD PKn