Minggu, 20 Februari 2011

Ceramah Agama Islam

Kumpulan Mp3 Islami Free Download


Ust. H. Muammar ZA- Ust. H Muammar ZA, Hadir di Karachi Pakistan 2

MP3 Pengajian
--------------------------------------------------


Penceramah: KH. Zainuddin MZ
-------------------------------------------
Tema : Harta Tahta dan Wanita

- Bagian 1 Download- Bagian 2 Download- Bagian 3 Download- Bagian 4 Download- Bagian 5 Download- Bagian 6 Download
- Bagian 7
Download

Tema : Kisah Sahabat Ummar Bin Khatab
Bagian 1 Download
Bagian 2 DownloadBagian 3 DownloadBagian 4 DownloadBagian 5 DownloadBagian 6 Download
Bagian 7
Download

Tema : Cara Mendidik Anak

Bagian 1 DownloadBagian 2 DownloadBagian 3 DownloadBagian 4 DownloadBagian 5 DownloadBagian 6 DownloadBagian 7 Download
Tema :
NABI SULAIMAN &RATU BILKHIS

Bagian 1 Download
Bagian 2 Download
Bagian 3 Download
Bagian 4 Download
Bagian 5 Download
Bagian 6 Download

Tema : NERAKA

Bagian 1 Download
Bagian 2 Download
Bagian 3 Download
Bagian 4 Download
Bagian 5 Download
Bagian 6 Download

Tema : Surga dan Calon Penghuninya

Bagian 1 Download
Bagian 2 Download
Bagian 3 Download
Bagian 4 Download
Bagian 5 Download
Bagian 6 Download

Tema : TAUBAT

Bagian 1 Download
Bagian 2 Download
Bagian 3 Download
Bagian 4 Download
Bagian 5 Download
Bagian 6 Download














KH. Quraish Shihab
---------------------------------------------------------
Tafsir Misbah Surah An Nashr

Photobucket

Ust. Yusuf Mansyur

1. Wasiat Terakhir Rasulullah - Download
2. Wasiat Terakhir Rasulullah - Download
3. Wasiat Terakhir Rasulullah - Download
4. Wasiat Terakhir Rasulullah - Download
5. Wasiat Terakhir Rasulullah - Download
6. Wasiat Terakhir Rasulullah - Download

-------------------------------------------------
1. The Power Of Giving - Download
2. The Power Of Giving - Download
3. The Power Of Giving - Download
4. The Power Of Giving - Download
5. The Power Of Giving - Download
6. The Power Of Giving - Download

-------------------------------------------------

1. 10 Dosa-dosa besar - Download
2. 10 Dosa-dosa besar - Download
3. 10 Dosa-dosa besar - Download
4. 10 Dosa-dosa besar - Download
5. 10 Dosa-dosa besar - Download
6. 10 Dosa-dosa besar - Download

Selasa, 15 Februari 2011

Ninik Kunti Utami Lunde: Dosen Bahasa di University California Berkeley

Program bahasa Indonesia di University California Berkeley, AS sudah berjalan selama hampir 40 tahun dan Ninik Kunti Utami adalah penerus tradisi yang sudah cukup panjang ini.
Ninik Kunti Utami Lunde atau biasa dipanggil Ninik oleh para mahasiswanya adalah pengajar kelas Bahasa Indonesia di UC Berkeley. Ia telah mengajar di sana selama 15 tahun. Mahasiswanya bukan hanya dari tingkat sarjana, tetapi juga pascasarjana dan doktoral. Kebanyakan mereka adalah warga AS yang ingin melakukan riset di Indonesia.
“Bahasa Indonesia dianggap salah satu bahasa di Asia Tenggara yang cukup penting peranannya, terutama bagi scholars dari Amerika yang ingin mengadakan riset di Indonesia.” kata Niniek.
Di sana ia tidak hanya mengajarkan bahasa Indonesia dan bagaimana berbicara dalam Bahasa Indonesia, tetapi juga memperkenalkan budaya Indonesia, seperti tarian, alat musik dan lainnya. Niniek juga mengenalkan aspek budaya, adat istiadat, sopan santun, serta kebiasaan di Indonesia kepada para mahasiswanya.
Ninik yang juga aktif dalam berbagai kegiatan seni Indonesia sangat mencintai profesinya sebagai pengajar. Ninik merasa mungkin hal itu diturunkan dari ayahnya yang juga seorang guru. Ninik suka mengajar dan berinteraksi dengan orang atau para siswanya. Ia selalu ingin membantu & mengenalkan bahasa dan kultur Indonesia kepada setiap orang di sana.
Sumber: VOAindonesia

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=IqsJw62dRFw


Indonesia Jadi Objek Penting Kajian Humaniora Dunia

Indonesia, dengan ideologi Pancasilanya, menjadi kajian menarik bagi ilmuwan dunia, terutama yang bergelut dalam ilmu-ilmu humaniora. Sayangnya, ilmuwan dalam negeri kurang menyadari berbagai objek menarik yang berada di Indonesia.
Demikian antara lain pokok pemikiran yang mengemuka dalam pertemuan puncak Ikatan Ilmuwan Internasional Indonesia (I4) kelompok Humaniora yang ditutup pada 18 Desember 2010. Ilmuwan Indonesia dari sejumlah lembaga penelitian dan perguruan tinggi dunia berkumpul untuk merumuskan berbagai hal yang bisa disumbangkan untuk Indonesia.
Dalam pertemuan itu terungkap, Indonesia memang banyak mengadopsi pemikiran dunia, seperti sosialisme, liberalisme, kapitalisme, dan paham lainnya. Namun, kelebihan Indonesia adalah bisa meramu berbagai paham ini dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia.
”Pokok bahasan yang menarik kalangan ilmuwan dunia adalah Pancasila. Namun, di dalam negeri Pancasila justru mulai tak diperhatikan,” ungkap Muhamad Ali, Asisten Profesor Departemen Kajian Agama dan Kajian Asia Tenggara di Universitas California, Amerika Serikat.
Pancasila dianggap menarik karena bisa meramu berbagai ideologi dunia serta menyatukan berbagai etnis, suku, dan adat yang sangat beragam di Indonesia. Pancasila juga menyumbangkan pemikiran humaniora pada dunia, terutama soal monoteisme, kemanusiaan, gotong royong, pemerataan, dan keadilan sosial.
Kajian yang menarik lainnya bagi ilmuwan dunia adalah soal konsep Negara Kesatuan RI karena bisa mengakulturasikan konsep sentralisasi seperti di China dengan federalisme seperti di Amerika Serikat menjadi desentralisasi dengan titik berat otonomi di kabupaten dan kota.
Begitu pun konsep Wawasan Nusantara menjadi kajian menarik ilmuwan humaniora dunia karena laut bukan menjadi pemisah, melainkan perekat atau pemersatu negara. Apalagi di dalamnya ada ALKI (alur laut kepulauan Indonesia) yang merupakan alur yang boleh dilalui kapal dan pesawat asing. ”Ini sangat menarik ilmuwan dunia,” kata Muhamad Ali.
Kondisi tersebut menurut Muhamad Ali, semestinya menjadi tantangan ilmuwan Indonesia untuk memberikan sumbangan kepada ilmu humaniora dunia. ”Indonesia bukan hanya sekadar konsumen ilmu humaniora dunia, melainkan juga produsen ilmu humaniora” ungkapnya.
Sumber: Kompas (21/12)

Arrival Dwi Sentosa: Siswa SMP Pembuat Anti Virus Artav

Sepintas tak ada yang istimewa pada siswa kelas 2 SMP Negeri 48 Bandung ini. Dia terlihat layaknya anak-anak seusianya yang doyan main game dan internetan. Ternyata di balik itu, Arrival Dwi Sentosa (13) menyimpan potensi yang luar biasa di bidang teknologi anti virus.
Anak kedua dari pasangan Herman Suherman (45) dan Yeni Soffia (38) ini menciptakan Artav Anti Virus. Anti virusnya ini dibuat olehnya selama setahun dengan menggunakan komputer usang milik keluarganya.
Walaupun ciptaan bocah umur belasan, namun anti virus berbasis visual basic ini cukup mumpuni dalam melawan virus lokal ataupun global. Tampilan grafis yang sederhana serta dukungan data base virus yang terus terbarui membuat Artav Anti Virus ini banyak diunduh.
“Nama Artav adalah singkatan dari Arrival Taufik Anti Virus. Nama saya Arrival Dwi Sentosa dan kakak saya Taufik Aditya Utama. Itu saya singkat jadi Artav biar keren,” tutur bocah yang akrab dipanggil Ival ini di rumahnya di Gang Adiwinata No 9, Bojongsoang, Kabupaten Bandung.
Ival mengaku melibatkan kakaknya yang baru duduk di kelas 2 SMA Negeri 25 Bandung ini karena dirinya tidak bisa mendesain. Karenanya semua desain yang ada dalam program anti virus buatannya adalah hasil kreasi kakaknya.
“Saya yang membuat programnya, kakak yang membuat desainnya. Saya tidak bisa mendesain. Desain Artav saat ini kakak yang membuatnya. Bagus ngga,” katanya.
Asal Muasal Lahirnya Artav
Asal muasal ketertarikan dirinya untuk membuat anti virus karena kekesalan dirinya terhadap komputer di rumahnya sering terkena virus dan setiap saat dia berkali-kali harus menginstal ulang untuk membasmi virus yang menginfeksi komputernya. Dari kekesalan tersebut akhirnya dia mencoba mempelajari virus. Hal yang tak lazim dilakukan oleh anak seusianya.
“Habisnya saya kesal. Komputer di rumah selalu kena virus dan saya harus sering-sering instal ulang. Saya penasaran dengan virus-virus yang menyerang komputer di rumah. Saya cari tahu di internet bagaimana cara kerja virus dan saya beli buku tentang visual basic untuk memahami cara kerja virus,” katanya menjelaskan awal ketertarikannya kepada virus.
“Setahun yang lalu, saat kelas 1 saya mulai utak-atik. Saya pelajari karakter virus-virus yang suka menyerang komputer saya. Terus saya beli buku Visual Basic,” kata Ival menerangkan.
Sebenarnya Ival sudah tertarik dengan komputer sejak dia duduk di kelas 3 SD. Saat itu keluarganya membeli satu unit komputer untuk mendukung usaha jasa servis dan konter handphone milik ayahnya.
“Dulu saya suka main game PinBall di komputer milik bapak. Terus katanya ada kode-kode yang bisa membuat game itu mudah dimainkan. Saya utak-atik sendiri dan akhirnya bisa membuat kodenya,” tuturnya sambil malu-malu.
Belajar dari Buku dan Internet
Kemampuan Arrival  dalam membuat anti virus ternyata bukan dari pendidikan formal atau kursus programing. Tanpa guru tanpa pembimbing. Hanya buku dan internet yang menjadi gurunya. “Saya belajar dari buku dan internet,” katanya polos.
Ival pun menunjukkan koleksi bukunya yang disimpan di kolong meja yang terletak di ruang tamu. “Ini bukunya. Saya baru punya 20 buku,” katanya sambil menunjukan lima buku dan satu modul yang dia susun sendiri dari mencetak artikel-artikel tentang programing dan komputer di internet.
Sebenarnya Ival bukan tidak mau untuk belajar secara formal tentang programing. Permasalahannya selain memerlukan biaya, tidak adanya tempat kursus yang memberikan materi programing virus.
“Dulu dia sempat minta kursus. Kalau buat anak mah saya paksain lah, walaupun ngga ada juga. Tapi saya bingung, ini mau kursus apa yah. Tidak ada yang bisa. Lagian dia juga masih SMP. Jadi ya sudah lah dia belajar sendiri dari buku dan internet. Tidak ada yang membimbingnya,” ungkap ayah Ival.
Kemampuan Ival ini sangat luar biasa. Pasalnya di dalam keluarga besarnya tidak ada yang memiliki kemampuan programing seperti dirinya. “Keluarga besar saya rata-rata jebolan SMK. Tidak ada yang punya kemampuan programing seperti dia,” sambungnya.
Penghargaan Anti Virus Lokal Terbaik
Perlu waktu setahun bagi Ival untuk membuat Artav. Awalnya Ival memberikan anti virus buatannya kepada teman-temannya dan keluarganya. Mendapatkan respons yang positif, dirinya lalu memberanikan diri untuk memposting anti virus buatannya di akun facebook miliknya. Begitu diposting di facebook, respon dari masyarakat cukup bagus.
Saat ini Artav sudah didownload oleh 26.267 pengguna. Bukan dalam negeri saja, tapi juga ada yang dari luar negeri. Data base virusnya pun sudah hampir 2.000-an. Hampir tiap hari Ival menambah virus ke dalam data base-nya.
Artav merupakan antivirus berbasis visual basic dan support 100 persen unicode system. Selain itu, fitur-fitur yang ada cukup variatif. Mulai dari Realtime Protection, Anti Hacker, Mail Scanner, USB Protected dan Link Scanner. Bahkan di versi terbarunya 2.4, Artav juga menambahkan fitur Worm Detector dan Rootkit Detector.
Saat dijajal, Artav mampu membasmi virus anyar yang tengah menjangkiti banyak komputer seperti W32/Sality dan VBS/yuyun. Kecepatan scanning Artav juga cukup lumayan.
Desain tampilan muka yang simpel serta dukungan database virus yang terus diperbarui membuat Artav dinobatkan sebagai antivirus terbaik dari 5 antivirus lokal terbaru di salah satu forum online dalam satu acara pameran komputer di Bandung. Bahkan dalam sebuah review di situs forum, Artav menjadi rekomendasi utama..
“Saya juga tidak tahu kalau Artav mendapatkan penghargaan dan di-review menjadi anti virus lokal terbaik. Saya tahu dari komentar di situs,” katanya.
Belum Dipatenkan
Meski sudah didownload ribuan kali. Artav  ternyata belum dipatenkan. Masalah klise kembali jadi penghadang, yakni soal ketidaktahuan dan minimnya biaya. “Saya tidak tahu bagaimana mengurus paten. Sayang kalau karyanya malah dibajak,” ujar Herman, ayah Arrival.
Jumlah virus yang masuk ke dalam database-nya saat ini sudah hampir 2.000 jenis dengan hampir 500.000 varian. Dalam mengupdate databasenya, Ival rajin berburu virus ke warnet-warnet. Dia harus merelakan uang jajannya yang hanya Rp 30.000 seminggu untuk membayar warnet.
Dengan keterbatasannya itu pun Ival meminta agar pengguna komputer dapat menghormati kerja kerasnya. Yakni tidak dimanfaatkan untuk aktivitas pembajakan meski hasil karyanya belum dipatenkan. “Tolong jangan dibajak yah,” pinta Ival, polos.
lihat video Siswa Bandung Ciptakan Antivirus Artav di TVone
lihat video Antivirus Lokal: Artav di MetroTV
Sumber: detikInet

Deden Muhammad Makhyaruddin Juara MTQ Internasional di Maroko

Qari Deden Muhammad Makhyaruddin mengharumkan nama Indonesia dengan berhasil meraih juara satu pada Musabaqah Tahfiz, Tajwid, dan Tafsir Al-Quran (MTQ) Internasional untuk kategori bergengsi lomba hafalan Qur’an 30 juz dan tafsirnya dalam memperebutkan Piala Raja Mohammed VI ke-6, yang diadakan pada 4-7 Februari 2011 di Casablanca, Maroko.
MTQ tersebut memperlombakan dua kategori, yaitu tilawatil Qur’an dan hafalan Qur’an 30 juz dan tafsirnya. MTQ diikuti oleh 52 peserta dari 34 negara dan 10 hakim juri dari berbagai negara Islam. Indonesia pada tahun ini mengirimkan delegasi yang terdiri dari 3 orang, yaitu Syarifuddin Ahmad (Ketua Delegasi), Deden Makhyaruddin, dan Muhammad Siddik bin Syafii.
Usai pengumuman pemenang, Duta Besar RI didampingi staf menerima delegasi di Wisma Duta dan menyampaikan ucapan selamat atas capaian yang diraih yang tentunya akan menambah harumnya nama bangsa Indonesia.
Sebelumnya, pada Jum’at 4 Februari 2011, Dubes RI Tosari Widjaja didampingi PF. Pensosbud dan staf menghadiri undangan pembukaan MTQ tersebut yang bertempat di Masjid Hassan II Casablanca Maroko yang dibuka langsung oleh Menteri Wakaf dan Urusan Islam Ahmed Toufik dan dihadiri oleh Sekjen Majlis Ilmi A’la Maroko, Gubernur Casablanca, ulama-ulama Maroko serta para duta besar negara muslim sahabat, para dewan juri dan seluruh peserta musabaqah.
Prestasi Qari Indonesia pada MTQ ini, adalah untuk yang kedua kalinya, setelah Qari Irham Dongoran berhasil meraih juara II untuk jenis lomba yang sama pada tahun 2010.
MTQ diselenggarakan atas intruksi Raja Mohammed VI yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 2005 yang menghadirkan peserta dari negara-negara mayoritas penduduk beragama Islam, dan Indonesia selalu menerima undangan dan ikut serta setiap tahunnya.
Sumber: Deplu (KBRI Rabat)

5 Bocah Berbakat TI Unjuk Kebolehan di ITB

Di hadapan ratusan mahasiswa dan siswa sekolah yang memadati Aula Timur ITB, 5 anak berbakat di bidang teknologi dan informasi (TI), yaitu Arrival Dwi Sentosa (13), Taufik Aditya Utama (18), Muhammad Yahya Harlan (12), Fahma Waluya Rosmansyah (12), serta Hania Pracika Rosmansyah (6), menunjukkan kebolehannya di acara peluncuran Kelas Juara SKACI (Sekolah Komputer Anak Cinta Indonesia) yang diadakan oleh STEI ITB pada 11 Februari 2011.
Kelima pelajar muda tersebut secara bergantian memperkenalkan tiga produk TI buatan mereka sendiri, yaitu program antivirus Artav, situs jejaring sosial SalingSapa.com, dan aplikasi untuk ponsel Nokia.
Taufik dan Arrival mengawali presentasi dari kelima anak tersebut dengan memaparkan sekaligus mendemonstrasikan program antivirus buatannya yang diberi nama Artav. Program antivirus yang namanya diambil dari nama kedua kakak-beradik ini tidak hanya mampu mendeteksi dan menghapus beragam virus, melainkan juga menawarkan fitur-fitur unik. Hingga saat ini, Artav bisa mengatasi 1.031 jenis virus dan ratusan ribu varian lainnya.
“Enam puluh persen database virus yang ada di Artav merupakan virus lokal,” kata Arrival.
Ia mengungkapkan, pembuatan program aplikasi berbasis visual basic ini sudah diunduh oleh lebih dari 250 orang dengan urutan asal negara terbanyak dari Indonesia, Malaysia, Jepang, Singapura, lalu Amerika Serikat. Pakar keamanan jaringan internet yang juga dikenal sebagai analis forensik digital, Ruby Alamsyah, mengaku salut atas hasil karya Taufik dan Arrival.
“Program ini bisa mengatasi virus-virus yang tidak bisa dideteksi antivirus lain,” kata Ruby, yang bertindak sebagai panelis di acara tersebut.
Untuk membuktikan kehandalan Artav, Ruby meminta Arrival dan Taufik membersihkan FlashDisk miliknya dari virus. Hasilnya, ditemukan virus lokal bernama “Yuyun”. Para hadirin spontan berdiri dan menyambutnya dengan tepuk tangan meriah.
Setelah Arrival dan Taufik, giliran Yahya memperkenalkan situs jejaring sosial buatannya, SalingSapa.com. Sosial media mirip Facebook ini awalnya dibuat Yahya untuk kalangan keluarga.
“Tapi saya kurang puas. Akhirnya saya kembangkan jadi seperti sekarang,” jelas Yahya.
Siswa kelas 1 SMP Alam Bandung ini sengaja membuat tampilan SalingSapa.com mirip dengan Facebook agar orang mudah dan cepat akrab. Dibantu sang ayah, Yan Harlan, website ini dilengkapi dengan fitur-fitur Islami seperti Al Quran digital.
Namun, selama berada di atas panggung, Yahya terlihat lesu. Harlan menjelaskan, anaknya memiliki penyakit asma. “Semalam dia kena asma berat, jadi tidak tidur,” tutur Harlan.
Usai Yahya, selanjutnya Fahma dan adiknya, Haniya, mendemonstrasikan keahlian dalam membuat aplikasi untuk ponsel. Duo bersaudara ini sudah lebih dulu dikenal banyak orang esensi memenangi lomba software APICTA International 2010 di Kuala Lumpur, Malaysia, Oktober 2010.
Keduanya juga dikenal sebagai pengembang aplikasi Nokia OVI termuda dan sudah menghasilkan banyak aplikasi untuk ponsel pintar berbasis Symbian. Setelah Fahma menyampaikan presentasi seputar kegemarannya dalam membuat aplikasi, sang adik yang saat ini duduk di kelas satu SD itu, membuat sebuah program animasi ikan dalam waktu 10 menit.
“Kalau si Haniya bukan cuma adiknya, tapi juga murid Fahma yang sudah berhasil membuat aplikasi,” ujar Yusep Rosmansyah, ayah Fahma dan Haniya, dengan bangga.
Hatta Rajasa Beri Bantuan
Ketua Ikatan Alumni ITB, Hatta Rajasa memberikan bantuan kepada 5 bocah jagoan TI. Usai memberikan kuliah umum di Aula Barat ITB, Hatta pun menyaksikan kehebatan kelima bocah tersebut yang sebelumnya bersiap-siap di ruang VIP Aula Barat. Di depan Hatta, masing-masing mendemonstrasikan karyanya.
Dihadapan dengan lima bocah berprestasi ini, Hatta pun spontan menanyakan apa yang mau diminta dari dirinya. Berbinar mata kelima bocah ini. Terlebih Arrival dan Taufik. Sambil malu-malu, Arrival pun mengungkapkan keinginannya.
“Saya ingin buku. Sama saat ini kan kita baru dapat 1 laptop dari XL. Sedangkan kakak saya butuh buat membantu saya mendesain. Jadi kalau boleh, saya mau laptop satu lagi buat kakak saya,” katanya.
Hatta pun menanyakan kepada Taufik, sang kakak. “Kamu mau apa lagi,” tanyanya.
“Saya ingin kuliah pak. Saya dari kecil ingin masuk ITB. Kalau ada saya mau beasiswa pak,” kata Taufik.
Hatta yang sebelumnya menjanjikan akan memberikan beasiswa pun langsung menyanggupi. “Saya tahu dari rektor kamu sudah mendaftar kan? Kalau sudah diterima, hubungi saya. Saya akan berikan beasiswa,” tegasnya.
Setali tiga uang, Fahma dan Hania pun melontarkan keinginannya di hadapan menteri. “Saya butuh laptop,” kata Fahma. “Saya juga,” sambung adiknya.

Permintaan yang berbeda disampaikan oleh Yahya. Bukan meminta fasilitas beasiswa atau perangkat, dirinya malah meminta ke Hatta Rajasa untuk disediakan server guna menunjang situs buatannya.
“Sekarang trafiknya sudah 1,6 juta. Sudah tidak kuat. Lagian ini kan situs yang dinamis, jadi saya butuh 3 server untuk ini,” ucapnya.
Mendengarkan kebutuhan-kebutuhan kelima bocah ini, Hatta pun langsung menyanggupinya. Bahkan dirinya berpesan agar mereka terus mengembangkan kreativitasnya. Disamping itu juga mereka harus perhatikan pendidikan formalnya.
“Mulai sekarang kalian harus bertekad akan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa ini. Terus kembangkan kreativitas dan sekolah juga harus sampai selesai. Serta jangan lupa untuk berbakti kepada kedua orang tua kalian,” pesan Hatta.
lihat video Hatta beri beasiswa bagi 5 Siswa Berprestasi di TVone
Sumber: Kompas.com, DetikInet

Hendry Soelistyo Raih Netexplorateur 2011 Awards di Paris, Perancis

Hendry Soelistyo, pendiri situs Lewatmana.com, menerima penghargaan internasional Netexplorateur 2011 Awards di Gedung UNESCO, Paris pada 3 Februari 2011.
Hendry Soelistyo terpilih sebagai satu dari sepuluh orang yang dianggap memiliki gagasan inovatif dalam norma-norma berkomunikasi dan teknologi digital. Penghargaan kepada Hendry Soelistyo diberikan langsung oleh Bruno Mettling, Executive Vice President Grup Orange.
“Terpilihnya Lewatmana.com dari Indonesia sebagai salah satu pemenang Netexplorateur 2011 Awards sangat menggembirakan. Pemilihan ini juga merupakan pengakuan internasional terhadap daya inovasi dan daya kreativitas di bidang teknologi komunikasi yang dimiliki bangsa Indonesia,” demikian dituturkan Gita Loka Murti, KBRI Paris.
Lewatmana.com merupakan situs internet yang berisi informasi mengenai kondisi lalu-lintas di Jakarta secara online, yang dapat diakses melalui PC, laptop dan telepon selular. Situs ini didukung oleh ratusan CCTV, webcam, tweeter, dan SMS. Situs ini juga dianggap sangat berguna dalam membantu mengatasi kemacetan di kota Jakarta, termasuk mengurangi kerusakan lingkungan akibat polusi asap kendaraan bermotor.
Forum Netexplorateur 2011 tersebut dibuka oleh Dirjen UNESCO Irina Bokova dan dihadiri oleh kurang lebih 1.000 peserta dari dunia politik, industri maupun media Perancis dan luar negeri. Netexplorateur adalah independent observatory di bawah naungan Senat Perancis, yang setiap tahunnya memilih 10 orang yang dianggap memiliki gagasan inovatif terkait norma-norma berkomunikasi dan teknologi digital.
Sejak tahun 2008, Netexplorateur melalui jejaring beranggotakan 200 wartawan, peneliti, dan akademisi yang tersebar di seluruh dunia melakukan pemantauan terkait perkembangan internet dan media digital atas sekitar 1.000 proyek baru dari berbagai perusahaan dan institusi.
Tiga penilaian harus terpenuhi, yaitu keaslian ide, dampak terhadap masyarakat ,serta ide dapat dicontoh (exemplary). Setelah dipilih, 100 gagasan masuk seleksi, dan dari 100 kandidat ini, 10 orang akan dipilih oleh sebuah panel juri beranggotakan para sosiolog internasional.
Sumber: Deplu (KBRI Paris)