Sabtu, 22 Januari 2011

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN RENCANA PENILAIAN


(Baca juga Peta Nilai Pendidikan Karakter)
Berikut kami sajikan contoh hasil pengembangan bahan ajar dan rencapa penilaian. Selengkapnya tunggu link Downloadnya. Sering kunjungi Blog ini! SELENGKAPNYA: KD 1.3   Klik disini,  KD 2.1 Klik disini KD 2.2 Klik disini
Contoh Rencana Penilaian


PENGEMBANGAN MATERI PEMBELAJARAN
KD 1.1

Standar Kompetensi  :  Menampilkan partisipasi dalam usaha pembelaan Negara
Kompetensi Dasar       :  1.1.      Menjelaskan pentingnya usaha pembelaan Negara
Indikator                        :  1.   Menguraikan unsur – unsur negara
                                          2.   Menentukan fungsi negara
                                          3.   Menentukan hak dan kewajiban warga negara

Tujuan Pembelajaran  :
  1. Menjelaskan pengertian negara
  2. Menyebutkan tujuan negara
  3. Menguraikan unsur – unsur negara
  4. Menjelaskan fungsi negara
  5. Menjelaskan pengertian warga negara
  6. Menjelaskan arti bela negara
  7. Menjelaskan alasan perlunya belanegara

Pengembangan Materi / Bahan Ajar
  1. Pengertian Negara ( Pengetahuan Konsep )
Yaitu suatu daerah ( wilayah ) di mana pemerintah negara memerintah warga negaranya agar warga negaranya mematuhi peraturanperundang – undangan yang berlaku. ( Sumber : Ganeca halaman)

  1. Tujuan Negara ( Prinsip )
Tujuan Negara dalam pembukaan UUD 1945
a.    Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
b.    Memajukan kesejahteraan umum
c.    Mencerdaskan kehidupan bangsa
d.    Ikut melaksanakan ketertiban dunia
( Sumber : UUD 1945 dalam Pembukaan UUD 1945 Alinea 4 )

  1. Unsur – unsur Negara ( Pengetahuan Konsep )
a.    Unsur Konstitutif
-          Penduduk yang tetap
-          Wilayah tertentu
-          Pemerintah yang berdaulat

b.    Unsur Deklaratif :
-          Pengakuan dari negara lain
(Sumber : Ganeca halaman)


  1. Fungsi – fungsi Negara ( Pengetahuan Prinsip)
a.    Fungsi kebudayaan
Negara terletak dalam aktifitas rakyat, negara hanya memajukan dan melengkapi serta mengintensifkan usaha rakyat
b.    Fungsi kesejahteraan umum
Semua aktifitas negara ditujukan pada perubahan keadaan kehidupan rakyat
c.    Fungsi Perekonomian
Negara turut campur dalam bidang perekonomian
d.    Fungsi pertahanan negara
Segala usaha untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI ( Sumber : Ganeca halaman)

  1. Pengertian Warga Negara ( Pengetahuan Konsep )
a.    Menurut UUD 1945 pasal 26
Yang menjadi warga negara adalah orang – orang bangsa Indonesia asli dan orang – orang bangsa lain yang disahkan dengan Undang – Undang sebagai warga negara
b.    Menurut UU RI No. 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan
Warga Negara adalah warga suatu negara yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang – undangan
( Sumber : Ganeca halaman , UUD 1945 )

  1. PengertIan Bela Negara ( Pengetahuan Konsep )
Yaitu tekad, sikap dan tindakan warga negara yang teratur, menyeluruh, terpadu, yang dilandasi oleh kecintaan tanah air
( Sumber : CV Haka M.J. Halaman 2 )

  1. Alasan Perlunya Bela Negara ( Pengetahuan Konsep )
a.    Alasan Geografis
-          Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, sehingga memerlukan kekuatan pertahanan yang bermutu dan mampu melindungi bangsa dan tanah air
-          Posisi Indonesia sangat strategis karena Indonesia berada pada posisi silang
b.     Alasan Demografis dan Sumber Alam
-          Jumlah penduduk Indonesia yang merupakan jumlah terbesar keempat dunia
-          Indonesia adalah negara majemuk, multi suku, multi agama dan multi budaya
-          Penyebaran penduduk yang tidak merata
-          Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi sekarang sumber daya alam tersebut menjadi semakin langka
c.    Alasan Historis
-          Sejak dulu banyak negara yang ingin menguasai Indonesia
-          Indonesia pernah dijajah lebih kurang tiga setengah abad
-          Kemerdekaan Indonesia diraih berkat kegigihan perjuangan seluruh rakyat
-          Rakyat Indonesia secara sukarela mau berkorban untuk membela negara

PTK

PTK, adalah Penelitian Tindakan Kelas, merupakan action research banyak diminati, namun banyak yang enggan menyapa. Kami sediakan berbagai contoh judul, proposal, dan laporan hasil penelitian tindakan kelas.


MGMP PKn mentargetkan semua anggota harus ber-action researh melalui gerakan 30 PTK

Berikut link judul PTK
Berikut link proposal PTK
Berikut link Sistematika dan Laporan Hasil PTK
Mohon ini digunakan sebagai referensi saja, tidak dijiplak.

DOWNLOAD TENTANG PENDIDIKAN DAN PRODUK HUKUM RI


TERBUKA UNTUK ANDA, AYO MENGAPA DIAM, KLIK SEMAUMU!


MATERI PKn DALAM POWERPOINT DAN BAHAN AJAR PKn KELAS 7, 8, 9 SMP
KISI-KISI DAN SOAL ULSEM SMP 2010/2011     Klik di sini!

SILABUS PKN BERKARAKTER HASIL WORKSHOP MGMP   Klik di sini!!!


SEMUA UU PRODUK DPR  MULAI TAHUN 1985 s.d. 2009 ADA DISINI, KLIK TAHUNNYA:
1985, 1986, 1987, 1988, 1989, 1990, 1991, 1992, 1993, 1994, 1995, 1996, 1997, 1998, 1999, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009
JIKA ANDA INGIN UU MULAI TAHUN 1945-1984, LINK BERIKUT INI:
- UU 1945-1959
- UU 1960-1984- UUD 1945, K.RIS 1949, UUDS 1950, MAKLUMAT PRESIDEN NO. X
- KEPPRES 1950-2007
- PP (PERATURAN PEMERINTAH) 1950-2008
- PERPU (PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG) 1950-2007
- PERATURAN PRESIDEN 1959-2008
- PRODUK MAHKAMAH KONSTITUSI (MK) 2003-2008
- KEPUTUSAN MA 2004-2008

TENTANG KTSP:
TENTANG PENILAIAN:
UNTUKMU GURU:

Jumat, 21 Januari 2011

Integrasi untuk Sistem Sekolah Online (Gratis)


LogiDIK adalah sistem terintegrasi untuk administrasi pendidikan yang dikembangkan berbasis web teknologi. LogiDIK bukanlah software yang dihosted di internet melainkan diinstall di server local masing-masing sekolah. Dengan harapan akses lebih cepat dan keleluasaan atas aplikasi bisa dirawat oleh pemilik aplikasi.
1.Diinstall di server local, dengan tujuan kecepatan akses tidak tergantung koneksi internet yang mana koneksi internet di-indonesia ini yang masih belum mendukung
2. Integrasi dengan sistem atau aplikasi lain lebih mudah dengan send/receive excel data (PSB Online, DIKNAS, DAPODIK, dan lain-lain.
3. DIkembangkan dengan teknologi html-db yang mempunyai feature seperti excel spreadsheet, sangat interaktif untuk report2 yang dihasilkan bisa diformat ulang sesuai dengan keinginan user dan tidak perlu melakukan perubahan program
4. Internal integrasi dengan setiap submodul yang ada diintern sekolah
5. Keamanan Data.

Situs Logidik http://tryapexnow.com/apex/f?p=2543:101:6169721109577096

Negara Dengan Kualitas Pendidikan Terbaik Di Dunia

Bukan Amerika dengan Harvard-nya, bukan Jerman atau Perancis, apalagi Indonesia dengan ITB-nya ...
Tahukah Anda negara mana yang kualitas pendidikannya menduduki peringkat pertama di dunia?

Finlandia. Negara dengan ibukota Helsinki (tempat ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM) ini memang begitu luar biasa. Peringkat 1 dunia ini diperoleh Finlandia berdasarkan hasil survei
internasional yang komprehensif pada tahun 2003 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Tes tersebut dikenal dengan nama PISA (Programme for International Student Assesment) mengukur kemampuan siswa di bidang Sains, Membaca, dan juga Matematika.

Finlandia

Hebatnya, Finlandia bukan hanya unggul secara akademis tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan anak-anak lemah mental.Ringkasnya, Finlandia berhasil membuat semua siswanya cerdas. Lantas apa
kuncinya sehingga Finlandia menjadi Top No 1 dunia?Dalam masalah anggaran pendidikan Finlandia memang sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara di Eropa tapi masih kalah dengan beberapa negara lainnya. Finlandia tidaklah menggenjot siswanya dengan menambah jam-jam belajar, memberi beban PR tambahan, menerapkan disiplin tentara, atau memborbardir siswa dengan berbagai tes. Sebaliknya, siswa di Finlandia
mulai sekolah pada usia yang agak lambat dibandingkan dengan negara-negara lain, yaitu pada usia 7 tahun, dan jam sekolah mereka justru lebih sedikit, yaitu hanya 30 jam perminggu. Bandingkan dengan Korea, ranking kedua setelah Finlandia, yang siswanya menghabiskan 50 jam perminggu.

Apa gerangan kuncinya?

Ternyata kuncinya terletak pada kualitas guru. Di Finlandia hanya ada guru-guru dengan kualitas terbaik dengan pelatihan terbaik pula. Profesi guru sendiri adalah profesi yang sangat dihargai, meski gaji mereka tidaklah fantastis. Lulusan sekolah menengah terbaik biasanya justru mendaftar untuk dapat masuk di sekolah-sekolah pendidikan, dan hanya 1 dari 7 pelamar yang bisa diterima. Persaingannya lebih ketat daripada masuk ke fakultas hukum atau kedokteran!

Jika negara-negara lain percaya bahwa ujian dan evaluasi bagi siswa merupakan bagian yang sangat penting bagi kualitas pendidikan, Finlandia justru percaya bahwa ujian dan testing itulah yang menghancurkan tujuan
belajar siswa. Terlalu banyak testing membuat kita cenderung mengajarkan kepada siswa untuk semata lolos dari ujian, ungkap seorang guru di Finlandia.

Pada usia 18 th siswa mengambil ujian untuk mengetahui kualifikasi mereka di perguruan tinggi dan dua pertiga lulusan melanjutkan ke perguruan tinggi.Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.

Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Suasana sekolah sangat santai dan fleksibel. Adanya terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan, dan mengakibatkan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.

Kelompok siswa yang lambat mendapat dukungan intensif. Hal ini juga yang membuat Finlandia sukses.

Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD. Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.

Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya
diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya.

Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing. Ranking hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya.

Bodoh vs Pintar

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna. Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa
ini. Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.

1. Terlalu Banyak Ide - Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya

2. Miskin Keberanian untuk memulai - Orang “bodoh” biasanya lebih berani dibanding orang “pintar”, kenapa Karena orang “bodoh” sering tidak berpikir panjang atau banyak pertimbangan. Dia nothing to lose. Sebaliknya, orang “pintar” telalu banyak pertimbangan.

3. Telalu Pandai Menganalisis - Sebagian besar orang “pintar” sangat pintar menganalisis. Setiap satu ide bisnis, dianalisis dengan sangat lengkap, mulai dari modal, untung rugi sampai break event point. Orang “bodoh” tidak pandai menganalisis, sehingga lebih cepat memulai usaha.

4. Ingin Cepat Sukses - Orang “Pintar” merasa mampu melakukan berbagai hal dengan kepintarannya termasuk mendapatkahn hasil dengan cepat. Sebaliknya, orang “bodoh” merasa dia harus melalui jalan panjang dan berliku sebelum mendapatkan hasil.

5. Tidak Berani Mimpi Besar - Orang “Pintar” berlogika sehingga bermimpi sesuatu yang secara logika bisa di capai. Orang “bodoh” tidak perduli dengan logika, yang penting dia bermimpi sesuatu, sangat besar, bahkan sesuatu yang tidak mungkin dicapai menurut orang lain.

6. Bisnis Butuh Pendidikan Tinggi - Orang “Pintar” menganggap, untuk berbisnis perlu tingkat pendidikan tertentu. Orang “Bodoh” berpikir, dia pun bisa berbisnis.

7. Berpikir Negatif Sebelum Memulai - Orang “Pintar” yang hebat dalam analisis, sangat mungkin berpikir negatif tentang sebuah bisnis, karena informasi yang berhasil dikumpulkannya sangat banyak. Sedangkan orang “bodoh” tidak sempat berpikir negatif karena harus segera berbisnis.

8. Maunya Dikerjakan Sendiri - Orang “Pintar” berpikir “aku pasti bisa mengerjakan semuanya”, sedangkan orang “bodoh” menganggap dirinya punya banyak keterbatasan, sehingga harus dibantu orang lain.

9. Miskin Pengetahuan Pemasaran dan Penjualan - Orang “Pintar” menganggap sudah mengetahui banyak hal, tapi seringkali melupakan penjualan. Orang “bodoh” berpikir simple, “yang penting produknya terjual”.

10. Tidak Fokus - Orang “Pintar” sering menganggap remeh kata Fokus. Buat dia, melakukan banyak hal lebih mengasyikkan. Sementara orang “bodoh” tidak punya kegiatan lain kecuali fokus pada bisnisnya.

11. Tidak Peduli Konsumen - Orang “Pintar” sering terlalu pede dengan kehebatannya. Dia merasa semuanya sudah Oke berkat kepintarannya sehingga mengabaikan suara konsumen. Orang “bodoh” ?. Dia tahu konsumen seringkali lebih pintar darinya.
 
12. Abaikan Kualitas -Orang “bodoh” kadang-kadang saja mengabaikan kualitas karena memang tidak tahu, maka tinggal diberi tahu bahwa mengabaikan kualitas keliru. Sednagnkan orang “pintar” sering mengabaikan kualitas, karena sok tahu.

13. Tidak Tuntas - Orang “Pintar” dengan mudah beralih dari satu bisnis ke bisnis yang lain karena punya banyak kemampuan dan peluang. Orang “bodoh” mau tidak mau harus menuntaskan satu bisnisnya saja.

14. Tidak Tahu Pioritas - Orang “Pintar” sering sok tahu dengan mengerjakan dan memutuskan banyak hal dalam waktu sekaligus, sehingga prioritas terabaikan. Orang “Bodoh” ? Yang paling mengancam bisnisnyalah yang akan dijadikan pioritas

15. Kurang Kerja Keras dan Kerja Cerdas - Banyak orang “Bodoh” yang hanya mengandalkan semangat dan kerja keras plus sedikit kerja cerdas, menjadikannya sukses dalam berbisnis. Dilain sisi kebanyakan orang “Pintar” malas untuk berkerja keras dan sok cerdas,

16. Menacampuradukan Keuangan - Seorang “pintar” sekalipun tetap berperilaku bodoh dengan dengan mencampuradukan keuangan pribadi dan perusahaan. 

17. Mudah Menyerah - Orang “Pintar” merasa gengsi ketika gagal di satu bidang sehingga langsung beralih ke bidang lain, ketika menghadapi hambatan. Orang “Bodoh” seringkali tidak punya pilihan kecuali mengalahkan hambatan tersebut.

18. Melupakan Tuhan - Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jarih payah diri sendiri, tanpa campur tangan “TUHAN”. Mengingat TUHAN adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal.

19. Melupakan Keluarga - Jadikanlah keluarga sebagai motivator dan supporter pada saat baru memulai menjalankan bisnis maupun ketika bisnis semakin meguras waktu dan tenaga

20. Berperilaku Buruk - Setelah menjadi pengusaha sukses, maka seseorang akan menganggap dirinya sebagai seorang yang mandiri. Dia tidak lagi membutuhkan orang lain, karena sudah mampu berdiri diats kakinya sendiri.

Sumber ; Bob Sadino

Download Silabus dan RPP TIK Berkarakter Mapel TIK

Latar Belakang Pendidikan Karakter
-          Karakter bangsa: pilar penting dlm kehidupan berbangsa-bernegara.
-          Karakter bangsa ibarat kemudi dlm kehidupan berbangsa-bernegara

Tujuan Pendidikan Karakter
Mengembangkan karakter bangsa agar mampu mewujudkan nilai-nilai luhur Pancasila

Konsep Dasar Pendidikan Karakter
1.      Olah Pikir
cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi Ipteks, dan reflektif
2.      Olah Raga
bersih dan sehat, disiplin, sportif, tangguh, andal, berdaya tahan, bersahabat, kooperatif, determinatif, kompetitif, ceria, dan gigih
3.      Olah Hati
beriman dan bertakwa, jujur, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, pantang menyerah, rela berkorban, dan berjiwa patriotik
4.      Olah Rasa/Karsa
ramah, saling menghargai, toleran, peduli,  suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit , mengutamakan kepentingan umum,  bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, dan beretos kerja
 


Langkah-langkah Menyusun RPP
1.      Mengisi kolom identitas
2.      Menentukan alokasi waktu yang dibutuhkan
3.      Menentukan SK, KD, dan Indikator yang akan digunakan  
4.      Merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan SK, KD, dan Indikator
5.      Mengidentifikasi materi ajar
6.      Menentukan metode pembelajaran yang akan digunakan
7.      Merumuskan langkah-langkah pembelajaran
8.      Mengintegrasikan budaya dan karakter bangsa
9.      Menentukan alat/bahan/ sumber belajar yang digunakan
Menyusun kriteria penilaian, lembar pengamatan, contoh soal, teknik penskoran, dll

Untuk mendownload contoh RPP dan Silabus TIK Berkarakter, dapat didownload melalui link dibawah ini
http://www.ziddu.com/download/13428800/silabusrpptikkarakter.rar.html