Senin, 12 Desember 2011

Mengenal lebih dekat Pendekatan Pembelajaran SAVI


Hello all friends netter ... greetings of peace to us all….biar blogg yang masih bayi ini agak komplit tiap labelnya, saya posting lagi nich…jika postingan terdahulu kita mbahas model pembelajaran kelompok,  maka  edisi kali ini kita akan coba mbahas pendekatan pembelajaran SAPI. Eeeeeee. SAVI maksudnya. Pendekatan pembelajaran ini mulai ngetrend sejak mas Dave Meier,Bobbi De Porter, and Mike Hernacki menerbitkan buku-buku keren seperti quantum Learning dan The accelerated Learning. Bagi ente-ente yang profesinya guru,pendidik,atau praktisi pendidikan lainnya buku-buku itu mestinya wajib menjadi pegangan. Apalagi bagi ente-ente yang udah punya sertifikat profesi.  Malu donk kalau sampe liat sampul bukunya aja belon.

Well let's discuss what Learning approach it SAVI….Pembelajaran SAVI itu akronim dari SOMATIS,AUDITORI,VISUAL,INTELEKTUAL.  Maksudnya cara-cara belajar yang mengoptimalkan aspek somatis (gerak), auditori (pendengaran), visual (penglihatan) dan intelektual (pikiran).  Keempat aspek tersebut digabung, dipadukan dan yang terpenting dioptimalkan ketika seseorang melakukan proses belajar. Lalu siapa yang mengoptimalkan? Tentu saja si pembelajar sendiri, atau fasilitator belajar misalnya guru, tutor, instruktur dan yang sejenisnya.

Pendekatan belajar ini didasari oleh fakta bahwa setiap orang memiliki gaya berfikir dan gaya belajar yang berbeda-beda.  Sebagian kita dapat belajar dengan baik hanya dengan melihat orang lain melakukannya.  Biasanya orang-orang seperti ini menyukai penyajian informasi yang runtut.  Mereka lebih suka menuliskan apa yang dikatakan fasilitator dan tidak terganggu oleh kebisingan.  Pola belajar demikian disebut gaya belajar visual.  Disisi lain banyak pula pelajar yang mengandalkan kemampuan mendengar untuk mengingat dan tidak sedikit siswa yang memiliki cara belajar paling efektif dengan terlibat langsung dengan kegiatan.
Menurut Silberman (2006:28) hanya sedikit siswa yang memiliki satu jenis cara belajar.  Berdasarkan hasil penelitian dari setiap 30 siswa 22 diantaranya dapat belajar dengan sangat efektif selama gurunya menghadirkan kegiatan belajar yang berupa kombinasi antara visual-auditorial-kinestetik.  Namun 8 siswa lainnya hanya menyukai satu bentuk cara pembelajaran sehingga mereka kesulitan memahami pelajaran jika metode penyampainnya tidak sesuai dengan gaya belajar mereka.  Guna memenuhi kebutuhan ini pembelajaran harus bersifat multisensori dan penuh dengan variasi.
Sementara itu John Dewey menegaskan bahwa sekolah harus dijadikan tempat kerja.  Ia menganjurkan metode proyek dan  problem solving harus banyak diterapkan dalam sistem pembelajaran.  Ia mempopulerkan istilah  Learning By Doing.  Deporter (2005:117) menjelaskan bahwa belajar berdasarkan aktivitas secara umum jauh lebih efektif daripada didasarkan presentasi, materi dan media.  Alasannya adalah cara belajar berdasar aktivitas mengajak siswa terlibat sepenuhnya.  Telah terbukti di banyak penelitian bahwa orang belajar dengan lebih baik dari berbagai aktivitas dan pengalaman yang dipilih dengan tepat daripada mereka belajar dengan duduk didepan penceramah, buku panduan, televisi atau komputer.
Namun pembelajaran tidak akan meningkat secara otomatis dengan menyuruh siswa berdiri dan bergerak kesana kemari.  Pembelajaran yang baik adalah dengan menggabungkan gerakan fisik, dengan aktivitas berfikir (intelektual) dan penggunaan semua inder  (pendengaran) dan penglihatan (visual).  Pendekatan belajar demikian menurut Meier disebut pendekatan SAVI (Somatik, Auditori, Visual, Intelektual).  Keempat unsur tersebut harus berjalan sinergis, terpadu dan simultan.
Dave Maier memberikan penjelasan mengenai pendekatan pembelajaran SAVI sebagai berikut:
a)      Belajar somatis.  Somatis berasal dari Bahasa Yunani “soma” yang berarti tubuh.  Jadi belajar somatis berarti belajar dengan indera peraba, kinestetis, praktis melibatkan fisik dan menggunakan serta menggerakkan tubuh ketika belajar.  Penelitian neurologis telah membongkar keyakinan kebudayaan barat yang keliru bahwa pikiran dan tubuh adalah entitas yang terpisah.  Temuan penelitian menyimpulkan bahwa pikiran tersebar di seluruh tubuh.  Intinya tubuh adalah pikiran dan pikiran adalah tubuh.  Keduanya merupakan sistem kimiawi-biologis yang terpadu.  Jadi dengan menghalangi pembelajar somatis menggunakan tubuh mereka sepenuhnya dalam belajar maka kita menghalangi fungsi pikiran mereka sepenuhnya.  Untuk merangsang hubungan pikiran-tubuh guru perlu menciptakan suasana belajar yang dapat membuat orang bangkit dan berdiri dari tempat duduk dan aktif secara fisik dari waktu ke waktu.  Tidak semua pembelajaran memerlukan aktivitas fisik, tetapi dengan berganti-ganti menjalankan aktivitas belajar aktif dan pasif secara fisik kita dapat membantu pembelajaran siswa dengan baik.
b)      Belajar Auditori.  Pikiran auditori kita lebih kuat daripada yang kita sadari.  Telinga kita menangkap dan menyimpan informasi auditori bahkan tanpa kita sadari.  Dalam merancang pembelajaran yang menarik bagi saluran auditori yang kuat dalam diri siswa carilah cara untuk mengajak mereka membicarakan apa yang sedang mereka pelajari.  Minta mereka menterjemahkan pengalaman mereka dengan suara.  Mintalah mereka membaca keras-keras, ajaklah mereka berbicara saat mereka memecahkan masalah, membuat model, mengumpulkan informasi, membuat rencana kerja, menguasai keteramipilan, membuat tinjauan pengalaman belajar atau memperhatikan penjelasan dari sumber-sumber belajar.
c)      Belajar visual. Pembelajar visual akan lebih mudah belajar jika dapat melihat apa yang dibicarakan seorang penceramah, buku atau program komputer.  Pembelajar visual belajar dengan baik jika mereka dapat melihat contoh dari dunia nyata, diagram, peta gagasan, ikon, gambar, dan gambaran dari segala macam hal ketika mereka sedang belajar.  Bahkan mereka dapat belajar secara optimal dengan menciptakan peta gagasan, diagram, ikon, dan beberapa image dari yang mereka pelajari.  Pembelajar dewasa juga lebih mudah belajar jika menciptakan piktogram, ikon, atau pajangan tiga dimensi dan bentuk visual lain dari materi yang dipelajari.  Teknik lain yang bisa dilakukan untuk semua orang dengan keterampilan visual yang kuat adalah dengan meminta mereka mengamati situasi dunia nyata lalu memikirkan situasi itu, menggambarkan proses, prinsip atau makna yang dicontohkannya.
d)      Belajar intelektual.  Intelektual adalah pencipta makna dalam pikiran, sarana yang digunakan manusia untuk berfikir, menyatukan pengalaman, menciptakan hubungan, makna, rencana dan nilai-nilai dari hubungan tersebut.  Intelektual adalah bagian diri yang merenung, mencipta, memecahkan masalah dan membangun makna.  Intelektual adalah pencipta makna dalam pikiran, sarana yang digunakan manusia untuk berfikir, menyatukan pengalaman, menciptakan jaringan syaraf baru dan belajar.  Intelektual menghubungan pengalaman mental, fisik, emosional, dan intuitif tubuh untuk membuat makna baru bagi dirinya sendiri. 

Kamis, 08 Desember 2011

Download Juknis KTSP


Juknis KTSP adalah pedoman yang diterbitkan kementrian Depdiknas sebagai panduan tiap satuan pendidikan (sekolah) dalam mendesain Kurikulum. Jadi sekolah diberi kewenangan sangat luas untuk melakukan perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan kurikulum. Boleh dibilang pemberlakuan KTSP adalah upaya desentralisasi pendidikan dengan tujuan pemberdayaan dan pengembangan potensi lokal. Maksudnya gimana ya bro...koq muter-muter.... Begini, dengan KTSP tiap satuan pendidikan atau sekolah diberi keleluasaan memasukkan unsur life skill dalam kurikulum sekolah. Perwujudannya melalui program pengembangan diri dan pendidikan muatan lokal. Melalui kegiatan pengembangan diri sekolah memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan potensinya. Demikian pula dengan mata pelajaran muatan lokal, sekolah satu dengan lainnya bisa berbeda-beda jenis mulok-nya.


Pemberlakuan KTSP pada dasarnya upaya mengikuti kebutuhan pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi. Paradigma pendidikan selalu mengalami pergeseran tentunya kan? Ukuran keberhasilan sekolah kan hakekatnya bukan nilai diatas raport atau ujian saja, namun lebih luas yaitu terbentuknya sikap, keterampilan, pengetahuan dan kemampuan peserta didik untuk mandiri ketika dewasa.

Lalu bagaimana cara mendesain dan menyusun kurikulum tingkat satuan pendidikan? waduuuuh untuk pertanyaan yang satu ini jawabannya tentu gak bakal cukup lewat postingan bro... soalnya saya liat guru-guru di republik ini aja masih banyak yang belum mudeng padahal pemerintah sudah menggelontorkan dana untuk pelatihan KTSP udah ratusan milyar (maaf ya pak guru dan bu guru....). Naaah lebih jelasnya sampean-sampean yang membutuhkan download aja juknisnya, saya kasih semuanya tinggal pilih. semua juga boleh. berikut saya buat daftarnya juknis KTSP 2010:

Juknis analisis Standar isi      DOWNLOAD DISINI
Juknis analisis Standar Kompetensi Lulusan      DOWNLOAD DISINI
Juknis analisis Standar Proses       DOWNLOAD DISINI
Juknis analisis Standar Penilaian        DOWNLOAD DISINI
Juknis analisis Standar Pengelolaan         DOWNLOAD DISINI
Juknis analisis Standar Sarana dan Prasarana     DOWNLOAD DISINI
Juknis analisis kondisi satuan pendidikan        DOWNLOAD DISINI
Juknis analisis lingkungan eksternal      DOWNLOAD DISINI
Juknis Pengembangan KTSP       DOWNLOAD DISINI
Juknis Pengembangan muatan lokal         DOWNLOAD DISINI
Juknis Pengembangan diri layanan konseling     DOWNLOAD DISINI
Juknis Pengembangan diri ekstra kurikuler     DOWNLOAD DISINI
Juknis Pengembangan Silabus      DOWNLOAD DISINI
Juknis Pengembangan RPP      DOWNLOAD DISINI
Juknis Pengembangan Bahan Ajar       DOWNLOAD DISINI
Juknis rancangan remidi dan pengayaan      DOWNLOAD DISINI
Juknis pembelajaran TM, PT, dan KMTT       DOWNLOAD DISINI
Juknis Pengembangan Budaya dan Karakter Bangsa      DOWNLOAD DISINI

oke dech bosss, sampai disini dulu ya ntar kita sambung dalam postingan berikutnya, semoga bermanfaat,akhirnya saya memohon sudilah sobat-sobat mengeklik iklan-iklan yang tertera di blok ini. demi menjaga kelangsungan hidup blogg ini. heee..heee... jadi kan simbiosis mutualisme gitu lhoe....

POS dan JUKNIS UN Tahun 2011


POS UN dan JUKNIS UN Tahun 2011 Silahkan Di DOWNLOAD

Petunjuk Operasional Ujian Nasional tahun 2011 sudah diterbitkan Kemendiknas. Itu pertanda genderang Perang mulai ditabuh,para siswa, guru dan orang tua ayo semua berjibaku sukseskan UN tahun 2011. Mudah-mudahan UN tahun ini penyelenggaraanya lebih baik dari tahun kemarin. Maksudnya baik, ya makin jujur, kelulusannya meningkat, terus aturan-aturan yang dibuat ya jangan dilanggar.

Khusus untuk para pejabat-pejabat didaerah, tolong donk... Ujian nasional tahun 2011 ini jangan dipolitisasi kayak PSSI. Kita-kita rakyat jelata ini udah muak ngelihat tingkah polah para politisi dan pejabat yang selalu mempolitisir isu dan moment-moment, bahkan rakyat yang masih sengsara terkena bencana-pun tidak luput dari politisasi. Terus anggaran untuk sekolah kalau memang ada ya segera dikasihin pak, jangan sampai ujian udah selesai setengah tahun anggaran baru diterima sekolah.Kan kasihan penyelenggara UN di tingkat disekolah.


Oke dech bagi bapak-bapak Ibu guru, kepala sekolah dan para ibunda yang anaknya akan mengikuti ujian nasional 2011, siapa tau ada yang belum memiliki Petunjuk Operasional Standar Ujian nasional tahun 2011 saya dengan senang hati menyedikan informasi tersebut untuk sampean semuanya. Mudah-mudahan informasi ini bermanfaat. Saya doakan anak-anak kita semua sukses mengikuti Ujian Nasional. Silahkan download informasi yang dibutuhkan di bawah ini.


Permendiknas nomor 46 tahun 2010 tentang ujian nasional tahun 2011
DOWNLOAD DISINI


Prosedur Operasional Standar (POS) UN tahun 2011
DOWNLOAD DISINI

  Kisi-kisi soal ujian nasional tahun 2011
DOWNLOAD DISINI

Permendiknas no 45 th 2010 tentangKriteria Kelulusan ujian nasional tahun 2011
DOWNLOAD DISINI

SOAL TRY OUT UN 2011 SD,SMP,SMA



Soal Try Out Ujian Nasional 2011 SD,SMP,SMA teman-teman bisa download disini.

Setelah kemendiknas menerbitkan POS UN tahun 2011 ayo semua siap-siap singsingkan lengan baju untuk bertempur di Ujian Nasional tahun 2011 yang rencananya akan diselenggarakan di bulan April 2011. Untuk lulus ujian bisa teman-teman baca di permendiknas no 45 tentang kelulusan ujian. Bagi yang ikut ujian tentu pingin lulus dengan nilai baik khan...? saya akan berikan kunci lulus dengan nilai baik yang pertama, pelajari dulu kisi-kisi soal atau panduan penyusunan soal UN yang telah diterbitkan kemendiknas.

Kedua mempelajari ahan-bahan untuk ujian jangan model SKS ya... maksudnya Sistem Kebut Semalem, tapi secara rutin dan berangsur. Ketiga pelajari juga soal-soal tahun kemarin karena paling tidak bisa kita jadikan acuan. Keempat pelajari soal-soal prediksi UN tahun 2011 yang disusun berdasarkan kisi-kisi soal ujian nasional.  Nah untuk yang terakhir teman-teman bisa download disini. silahkan pilih sesuai dengan jenjang pendidikan dan jurusan masing.masing. Mohon maaf untuk teman-temanku yang butuh soal try out SMK sabar ya... lagi tak cariin. dokumen soal nanti dalam bentuk winzip, jadi harus diekstrak terlebih dulu.


SMP

Soal Try OUT UN SMP (Bhs Ina, Bhs Inggris,Matematika,IPA)

SMA

Soal Try Out UN SMA Program IPA

Soal Try Out UN SMA Program IPS

Soal Try Out UN SMA Program bahasa

Mengatasi siswa pasif dalam proses belajar



Siswa Anda Pasif dalam Proses Belajar? Siswa anda tidak berani bertanya?  Pertanyaan ini adalah masalah klasik dalam dunia pembelajaran di negeri ini yang sampai detik ini masih terjadi di banyak ruang-ruang kelas. Salah satu komponen penting dalam menstimulasi proses belajar secara aktif adalah komunikasi dalam proses belajar. Kegiatan belajar tidak akan berhasil jika siswa tidak melakukan komunikasi aktif baik dengan sesama pembelajar, dengan fasilitator atau dengan sumber belajar lainnya. Dalam hubungannya dengan komunikasi, sebagain besar pendekatan pembelajaran mensyaratkan komunikasi aktif sebagai faktor penting dalam pencapaian tujuan belajar. Menurut pendekatan kontekstual, untuk mencapai tujuan belajar terdapat tujuh komponen yang harus dilakukan pembelajar. Ketujuh komponen tersebut adalah kontruktivisme, inquiri, bertanya (questioning), masyarakat belajar, permodelan, refleksi, dan penilaian sebenarnya (Depdiknas, 2003).

Hampir semua aktivitas belajar questioning dapat diterapkan antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru dengan siswa, atau siswa dengan sumber belajar yang didatangkan di kelas. Aktivitas bertanya juga dijumpai ketika siswa berdiskusi, bekerja dalam kelompok, atau ketika siswa menemukan kesulitan dalam belajar (Depdiknas, 2003).
Model pembelajaran Cooperative learning juga menekankan pentingnya komunikasi dalam proses belajar. Falsafah yang mendasari model pembelajaran kelompok adalah falsafah homo homini socius yang menegaskan bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk sosial. Kerjasama menjadi kebutuhan teramat penting bagi kelangsungan hidup. Tanpa kerjasama tidak ada individu, keluarga, masayarakat atau sekolah (Lie, 2002:27).

Roger dan David Johnson menjelaskan bahwa “untuk mencapai hasil maksimal pembelajaran kelompok harus mengandung unsur-unsur sebagai berikut: (1) adanya saling ketergantungan positif; (2) adanya tanggungjawab perseorangan; (3) adanya komunikasi intensif antar anggota; (4) adanya tatap muka baik di dalam ataupun diluar kelas; (5) adanya proses evaluasi kelompok (Lie, 2005: 30).

Selanjutnya Roger dan David Johnson menjelaskan bahwa dalam pembelajaran kelompok, siswa harus dibekali keterampilan berkomunikasi sebab tidak semua siswa mempunyai keahlian mendengarkan dan berbicara. Keberhasilan belajar kelompok bergantung pada kesediaan siswa untuk saling bertanya, memberikan penjelasan, mendengarkan penjelasan, kemampuan mengutarakan pendapat dan kemampuan menghargai perbedaan pendapat. Keterampilan berkomunikasi dalam belajar membutuhkan proses yang panjang. Siswa tidak bisa diharapkan menjadi komunikator handal dalam waktu sekejab. Guru harus melatih siswa secara kontinyu untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dalam belajar (Roger dan David Johnson dalam Lie, 2005:34).

Salah satu cara melatih keterampilan berkomunikasi adalah dengan melatih siswa mengajukan pertanyaan, membuat pertanyaan, menjawab pertanyaan dan menyanggah pertanyaan dengan bahasa yang santun. Menurut (Benyamin S.Bloom, dalam Sunarko, 2003: 17) jenis pertanyaan digolongkan menjadi 6 jenis yaitu:
  • Pertanyaan pengetahuan (recall question atau knowledge question), yaitu pertanyaan yang hanya menuntut jawaban yang bersifat hafalan atau ingatan siswa terhadap apa yang telah dipelajarinya. Kata-kata yang biasa digunakan adalah siapa, dimana, kapan dan sebutkan.
  • Pertanyaan pemahaman (comprehension question), yaitu pertanyaan yang menuntut jawaban berupa organisasi informasi yang pernah diterima siswa dengan kata-katanya sendiri atau menginterpretasikan atau membaca informasi yang dilukiskan melalui grafik, atau kurva dengan jalan membandingkan atau membeda-bedakan. Kata-kata yang biasa dipakai antara lain: jelaskan, bandingkan, uraikan, bagaimana.
  • Pertanyaan penerapan (application question), yaitu pertanyaan yang menuntut jawaban berupa penerapan pengetahuan, informasi, aturan-aturan atau kriteria. Kata-kata yang sering dipakai antara lain: urutkan, praktekkan, berikan contoh, tunjukkan.
  • Pertanyaan analisis (analysis question), yaitu pertanyaan yang menuntut jawaban dengan cara mengidentifikasi, mencari bukti-bukti, dan menarik kesimpulan.
  • Pertanyaan sintetis (synthetis question), yaitu pertanyaan yang menuntut jawaban bervariasi dan menghendaki siswa berkreasi mengembangkan potensi serta daya kreasinya.
  • Pertanyaan evaluasi (evaluation question), yaitu pertanyaan yang menuntut siswa memberikan penilaian atau pendapatnya terhadap suatu masalah.
Teknik Question Student Have

Teknik pembelajaran Question Student Have diperkenalkan oleh Lorna Curran (1994). Prosedur pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
  1. Bagikan potongan-potongan kertas atau semacam kartu untuk menyusun pertanyaan
  2. Mintalah siswa untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang berkaitan dengan topik atau materi pelajaran
  3. Setelah semua selesai membuat pertanyaan, masing-masing siswa diminta untuk memberikan kepada teman disamping kirinya, terus memutar/menggeser sampai semua menerima pertanyaan.
  4. Masing-masing siswa yang telah menerima pertanyaan diminta membaca pertanyaan. Jika pertanyaan itu ingin diketahuinya maka ia harus memberikan tanda chek list (v).
  5. Pertanyaan-pertanyaan tadi baik yang dicentang maupun yang tidak dikembalikan kepada teman sipembuat pertanyaan.
  6. Para siswa yang pertanyaannya mendapat tanda centang diminta untuk membaca agar siswa yang lain mendengarkan (caranya dapat di urut dari depan atau terserah teknisnya)
  7. Berikan respon atau jawaban dari masing-masing pertanyaan atau beri kesempatan kepada siswa yang membuat pertanyaan itu untuk menjawab, begitu seterusnya sesuai dengan waktu jam pelajaran yang tersedia
  8. Kumpulkan semua pertanyaan yang dibuat siswa tadi, mungkin bisa dibahas pada pertemuan berikutnya atau dapat dipergunakan guru saat melakukan evaluasi atau uji kompetensi

Media Pembelajaran Sejarah

Secara umum media pembelajaran dapat diartikan semua alat bantu atau benda yang digunakan dalam kegiatan mengajar untuk menyampaikan pesan pembelajaran kepada peserta didik menggunakan salah satu atau gabungan indera. manfaat media pembelajaran bagi guru yaitu (1) memberikan pedoman, arah dan tujuan pengajaran (2) menjelaskan struktur, tata urutan dan hierarki belajar (3) memberikan sistematika mengajar (4) memudahkan kendali pembelajaran (5) membantu kecermatan dan ketelitian penyajian. Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial terutama dari dimensi Standar kompetensi berbasis sejarah membutuhkan berbagai media pembelajaran baik visual (gambar, foto, dokumen) atau berbentuk media bergerak (video, Flash player) untuk mengkontekstualkan materi pembelajaran.


Dalam postingan ini saya akan memberikan beberapa contoh media pembelajaran yang berbentuk video durasi pendek untuk materi sejarah SMP. Teman-teman yang membutuhkan bisa mendownload pada link download di bawah ini:
No
Materi
Jenis Media
Link Download
1
Serangan Jepang ke Pearl Harbour
Video
2
Invasi Jerman ke Polandia
Video
3
Bom Atom di Hiroshima
Video
4
Peninggalan Hindu-Budha di Indonesia (Candi Sewu)
Video
5
Peninggalan Hindu-Budha di Indonesia (Candi Borobudur)
Video
DOWNLOAD
6
Peninggalan Hindu-Budha di Indonesia (Candi Prambanan)
Video
7
Peninggalan Islam di Indonesia (Masjid Baiturrahman)
Video
  
Semoga Bermanfaat.

Media Pembelajaran Geografi


Download Media Pembelajaran Geografi
Geografi adalah pelajaran yang mengungkap fakta-fakta, data serta informasi seputar ruang yang menjadi tempat tinggal manusia. Cakupan materinya sangat luas mencakup informasi aspek fisik muka bumi, informasi dan karakteristik budaya manusia dan hubungan keduanya. Menjadi guru geografi mestinya memiliki pengetahuan keruangan dan pemahaman disiplin ilmu pendukungnya seperti geologi, sosiologi, meteorologi, klimatologi, oceanografi, kartografi, ilmu tanah dan astronomi. Inilah yang menjadi masalah besar bagi pembelajaran geografi yang disinyalir harian the telegraph mengalami penurunan kualitas di berbagai negara termasuk Inggris dan Amerika Serikat akhir-akhir ini.

Masalah umum yang dijumpai guru-guru geografi di Indonesia mulai dari tingkat dasar sampai pendidikan menengah adalah kurang tersedianya media pembelajaran yang mendukung proses belajar siswa. Mempelajari ruang atau permukaan bumi seperti jalur pegunungan dunia, persebaran dan karakteristik samudera, laut, gurun, dan bentukan alam lainnya tentu sangat dangkal jika hanya bermodalkan buku, peta dan informasi melalui ceramah. Media yang bersifat nyata sangat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Namun menghadirkan alam dan berbagai bentukan aslinya di ruang kelas sangatlah sulit atau bahkan mustahil. Lalu bagaimana solusinya? 
Salah satu cara menghadirkan bentukan alam nyata di dalam kelas adalah melalui penggunaan media visual dan video. Kedua media ini masih memerlukan perangkat tambahan yaitu pengetahuan guru menggunakan alat (teknologi) untuk memvisualisasikan kedua media ini misalnya melalui program komputer dan ketersediaan media yang dibutuhkan.

Untuk menjawab tantangan kebutuhan tersebut saya akan berusaha membantu teman-teman guru geografi menyediakan kedua media tersebut. Pada edisi posting kali ini saya akan memfokuskan penyediaan media video. Teman-teman boleh memilih jenis materi dan video yang dibutuhkan melalui link download yang saya sediakan di bawah ini. Format file umumnya dalam bentuk winzip sehingga harus di ekstrak terlebih dahulu untuk menggunakannya.

Jenis Pokok Bahasan
Jumlah video
Link Download
Teori tektonik Lempeng (tektonisme)
6
Erupsi gunung api dan aktivitas post vulkanisme
5
Bentuk-bentuk muka bumi
3
Gempa bumi tektonik, tsunami dan efeknya
4
Siklus hidrologi
1
Pemanasan global,perubahan iklim
3
Samudera Arktik dan atlantik
Geografi Indonesia Part 1
Geografi Indonesia Part 2
Discovery of Indonesia 1
Discovery of Indonesia 2
Visit Indonesia
2
1
1
1
1
1